Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh :     Tanggal : 04 Agustus 2017 15:13     Dibaca: 876 Pembaca

GMNI Lubuklinggau Sesalkan Kekerasan Terhadap Mahasiswa Unsri

 Hosta Reno, Waka Organisasi DPC GMNI Kota Lubuklinggau.

Lubuklinggau, Detik Sumsel-Aksi kekerasan terhadap mahasiswa Unsri yang menyampaikan aksinya 'dirumah' sendiri terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal, mendapat respon dari organisasi kemahasiswaan di Lubuklinggau.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Lubuklinggau angkat bicara. Menurut Hosta Reno, Waka Bidang Organisasi mengatakan tindakan yang dilakukan pihak Universitas Sriwijaya kepada mahasiswa unsri yang melakukan aksi di kampus tersebut mengenai kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) sehingga aksi tersebut yg  berujung penonaktifan 3 mahasiswa unsri dan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa adalah suatu bahan evaluasi yang harus dilakukan pihak kampus.

"Jika kita lihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini, tentunya kebijakan perguruan tinggi yang menerapkn Uang Kuliah Tunggal sangatlah memberatkan mahasiswa yang mengenyam pendidikan," katanya. Jumat (04/08).

Sehingga menurutnya,  apapun aksi yang dilakukan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan pihak kampus tersebut, haruslah menjadi bahan evaluasi bagi manajemen kampus dalam mengambil kebijakan tersebut.  

"Kami menilai apa yang dilakukan mahasiswa unsri masih dalm konteks wajar apalagi menyampaikan aspirasi dimuka umum dilindungi oleh konstitusi.
Maka tidak ada pihak yang boleh menggunakan kekerasan disaat mahasiswa/aktivis menyampaikan aspirasinya terkait kebijakan seorang pemimpin," tegasnya.

Ia menyayangkan tindakan pihak kampus yang mencederai arti demokrasi sesungguhnya, apalagi menurutnya hanya mahasiswa tersebut menyampaikan aspirasi dirumahnya sendiri.

"Jika melihat kondisi yang terjadi terhadap mahasiswa unsri saat menyampaikan aspirasinya nendapat tindakan kekerasan  yang dilakukan pihak tertentu ini sangat kami sayangkan dan kamu meminta pihak berwajib untuk segera megusut hal tersebut dan diproses sesuai hukum apabila melanggar agar hal seperti tidak terjadi lagi," tuturnya.

Selain hal tersebut, pihaknya juga bertanya mengapa sampai ada tiga mahasiswa yang ikut dalam aksi tersebut harus dinon-aktifkan pihak kampus. "Kami mendesak agar mahasiswa yang di non-aktofkan agar diaktifkan kembali," tandasnya.(ffa)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi