Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Maya     Tanggal : 02 Juli 2018 17:42     Dibaca: 121 Pembaca

Harga Tiket Sumbang Inflasi di Palembang

Kepala BPS Sumsel, Yos Rusdiansyah

Palembang, Detik Sumsel - Kenaikan harga tiket angkutan yang tidak bisa dihindarkan menjadi momok bagi perkembangan indeks harga saat hari raya Idul Fitri. Hampir setiap tahun kenaikan tiket angkutan membebani inflasi.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, tarif angkutan udara dan antar kota memberikan andil inflasi yang paling besar disusul cabai merah, sepeda motor, buah, dan rokok.

Saat arus mudik dan arus balik lalu harga tiket semua maskapai penerbangan mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Kondisi ini jelas membebani masyarakat yang memiliki tradisi mudik lebaran.

"Angkutan udara memberikan andil inflasi 0,14 persen angkutan antar kota dan cabai merah 0,49 persen. Kemudian sepeda motor, pepaya, rokok kretek filter, dan ikan mujair masing masing menyumbang 0,3 persen. Secara akumulatif pada bulan Juni Kota Palembang mengalami inflasi 0,65 persen dan Sumsel 0,60 persen," kata Kepala BPS Sumsel, Yos Rusdiansyah Senin (02/07).

Dikatakannya, pada bulan Juni 2018, inflasi Kota Palembang, secara kumulatif sebesar 2,05 persen. lnflasi year on year (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 2,94 persen. Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Palembang, antara lain angkutan udara, angkutan antar kota, cabai merah, dan sepeda motor.

Sementara Kota Lubuk Linggau bulan Juni 2018, lnflasi tahun kaIender (kumulatif sampai bulan Juni 2018) sebesar 1,72 persen. Inflasi 'year on year' (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 2,80 persen.

Komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Lubuk Linggau antara lain semangka, daging ayam ras, minyak goreng, dan telur ayam ras.

Provinsi Sumsel pada Juni 2018, inflasi tahun kalender (kumulatif sampai bulan Juni 2018) sebesar 2,01 persen. lnflasi 'year on year' (Juni 2018 terhadap Juni 2017) sebesar 2,93 persen. 

"Inflasi di Kota Palembang terjadi karena adanya kenaikan harga pada enam kelompok pengeluaran. Transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, hingga bahan makanan," ujarnya.

Ditambahkannya, inflasi tidak hanya terjadi di Kota Palembang, tapi secara nasional di bulan Juni 2018, berdasarkan pemantauan harga selama bulan Juni 2018 pada 82 Kota IHK, menunjukkan terjadi di seluruh kota IHK. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan 2,71 persen, terendah di Kota Medan, dan Kota Pekan Baru sebesar 0,01 persen. (May)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi