Diposting oleh : Andi Ardian     Tanggal : 07 Maret 2017 20:20     Dibaca: 232 Pembaca

Hari Kedua, Pencarian Sismawati Masih Belum Ditemukan

Tim Rescue BPBD, PT BA, PAMA, UPTD Bedegung dan masyarakat saat menyisir Sungai Enim.

Muara Enim, Detik Sumsel - Proses pencarian Sismawati (35) Warga Kampung I, Desa Muara Emil, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim sekitar pukul 09.30 WIB Senin (6/3) yang diduga nekat melompat dari jembatan hingga Selasa (7/3) masih dalam pencarian dan sampak berita ini diterbitkan korban belum ditemukan.

Pencarian dihari kedua ini dimulai sejak pagi sekitar kurang lebih pukul 09.30 WIB. Yang dilakukan oleh tim rescue BPBD Muara Enim, PT Bukit Asam, PAMA, UPTD Bedegung dan masyarakat serta pihak keluarga korban.

Pantauan dilapangan, tim rescue dalam pencarian korban ini menurunkan kurang lebih 5 perahu karet dan juga penyisiran melalui pelampung karet beberapa belasan kilo menuju ke arah iliran sungai enim menuju Tanjung Enim.

Kapolsek AKP Iwan Gunawan SH mengungkapkan, dalam pencarian korban tim resciu dan pihak kepolisian terus dilakukan sampai hari kedua ini. Sebab, pencarian dihari pertama kejadian tim resciu dalam pencarian belum membuahkan hasil.

"Hari ini kita bersama-sama pihak resciu dan masyarakat melakukan penyelisiran pada, mudah-mudahan membuahkan hasil," kata dia.

Selain itu, Camat Tanjung Agung Drs Saprioma mengungkapkan, pihaknya dihari kedua ini melakukan pencarian dan penyisiran sungai enim dari lokasi kejadian dengan empat titik lokasi pencarian. Dimana ada empat tim yang terus menyisiri aliran sungai hingga ke iliran.

"Kemarin memang pihak kita menyisir tetapi masih belum ketemu. Hari ini, dengan ditambahnya tim rescue lagi dari BPBD Muara Enim dan lainnya, maka korban diharapkan dapat segera ditemukan," tuturnya.

Menurutnya, dihari pertama, masyarakat dan tim rescue dari perusahaan belum bisa menemukan korban. Dan, pada hari kedua ini, pihaknya meminta bantuan pada tim BPBD Muara Enim untuk membantu pencarian korban yang hilang saat jatuh dari jembatan Desa Muara Emil.

Sementara itu, ayah korban Salni (54) didampingi ibu korban Sainu (48) yang tangsinya tak terbendung saat wartawan mewawcari sambil mengatakan, kalau ia sangat mengharapkan anaknya dapat segera ditemukan baik dalam keadaan apa pun.

"Saya berharap sekali pencarian anak saya bisa segera di temukan. Kami sangat sedih sekali," harapnya.

Sekedar untuk diketahui, kejadian bermula saat saksi mata, Emilta (26), warga Kampung I Desa Muara Emil melihat korban sedang berlari dari rumahnya menuju jembatan yang di bawah jembatan tersebut merupakan Sungai Enim.

Lalu korban tampak memanjat jembatan dan langsung melompat lalu menceburkan dirinya ke sungai. Saksi sempat melihat korban tidak bisa berenang kemudian korban tenggelam sehingga saksi langsung memanggil orang tua korban.

Kejadian ini membuat warga sekitar heboh dan mendekati jembatan tempat korban melompat.

Emilta mengatakan, awalnya dia melihat korban berlari menuju arah jembatan. Tidak tahunya korban langsung memanjat dan melompat jembatan

"Saya sempat teriak dan lihat dia tenggelam di sungai Enim. Lalu saya beritahukan orang tuanya," jelas Emilta.

Kemudian warga melapor kejadian ini kepada Kades Muara Emil dan Mapolsek Tanjung Agung. Untuk saat ini korban masih dalam pencarian polsek Tanjung Agung yang dibantu warga sekitar.

Kepala Desa Muara Emil, Hazairin, bahwa korban diduga menceburkan diri karena diduga tidak direstui oleh orang tuanya untuk menikah lagi. "Informasi yang kita dapat seperti itu," jelasnya.(ndi)

 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi