Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 27 Juni 2018 21:10     Dibaca: 486 Pembaca

HDMY Unggul Versi QC, Ini Analisa Pengamat

Pengamat Politik Bagindo Togar Bb

Palembang, Detik Sumsel- Kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel, Herman Deru-Mawardi Yahya dalam Pilkada Sumsel berdasarkan hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei dinilai sesuai prediksi.

Pengamat Politik Bagindo Togar Bb mengatakan, sesuai prediksi yang kami sampaikan 2 hari yang lalu, pertarungan Pilkada Sumsel akan sengit, dimana Paslon yang diunggulkan yakni No 1 dan 4 jarak yang terpaut tak lebih dari 4 persen.

“Sepertinya prediksi itu mendekati kebenaran, paslon nomor 1 HD-MY mengungguli Paslon lainnya. Bila hingga akhir data yang masuk telah di atas 90 %, dimana sampai saat ini Paslon No 1 telah leading diposis 38 persen, bisa dipastikan jadi pemenang Pilkada Gubernur Sumsel,” kata Bagindo kepada wartawan, Rabu (27/6).

Mantan ketua IKA FISIP Unsri ini memaparkan, ada beberapa penyebab atau faktor kemenangan unggul. Pertama, Herman Deru telah melakukan "kerja politik kemasyarakatan" 1 tahun pasca kegagalannya dalam Pilgub tahun 2013 lalu. Kedua, cerdasnya dalam mengangkat issue kesenjangan dalam setiap Kampanye-nya, misalnya kesenjangan pembangunan antara Ibu kota Provinsi dengan daerah-daerah lainnya di wilayahnya Sumsel (Palembang Sentris), kesenjangan Kekuasaan dan kesenjangan Ekonomi.

“Ketiga, cenderung efektifnya issu politik dinasti dan  keempat solid  juga maximalnya kerja mesin parpol pendukung dan Influnsitas dukungan ketokohan dari Syahrial Oesman, Bpk Eddy Santana Putra dan Hendri Zainudin serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Ditambah lagi effect Friksi di Partai Golkar sebagai Pendukung Utama dari Paslon No 4,” ungkapnya.

Ia pun memprediksi, Real Count oleh KPUD Provinsi tak jauh beda dengan tampilan hasil Quick Count saat ini. Untuk itu, diharapkan semua paslon yang belum sukses berjuang untuk mencapai puncak karir politik di wilayah Sumsel mampu legawa dan bersikap satria dalam menghadapi realitas Politik yang ada. “Bila kalah bukan berakhir segalanya, kalau menang, bukan berarti bisa bersikap mentang mentang. Akhirnya, selamat datang...pemimpin baru bumi sriwiajaya,” pungkasnya. (Buy)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi