Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 07 Juli 2018 13:53     Dibaca: 230 Pembaca

Hindari Polemik, Kadishub Minta Grab Rangkul Ojek Konvensional

Ronald Sipahutar selaku VP Kebijakan Publik dan Pemerintah Grab Region Sumsel saat diwawancarai wartawan

Prabumulih, Detik Sumsel - Kehadiran Grab di Kota Prabumulih dikhawatirkan akan memancing polemik di kalangan ojek konvensional. Pasalnya, layanan transportasi online tersebut sejauh ini belum sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat Prabumulih, khususnya ojek konvensional yang mengaku khawatir akan mengurangi pendapatan mereka.

Nah, untuk menghindari terjadinya polemik tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Mulyadi Musa meminta pihak Grab untuk merangkul seluruh ojek konvensional dalam mensosialisasikan kehadiran Grab di Kota Prabumulih. Sehingga antara pihak Grab dan ojek konvensional tidak ada yang merasa dirugikan.

"Sejauh ini untuk masalah perizinan memang belum ada. Sebelumnya juga pihak Grab sudah soan dan menjalin komunikasi dengan kita terkait rencana kehadiran Grab di Kota Prabumulih. Meski demikian kita suport kehadiran Grab untuk kemajuan Prabumulih," ujar Mulyadi, Sabtu (07/07).

Lebih lanjut Mulyadi menuturkan, adapun aturan yang mengatur tentang layanan transportasi online tersebut terdapat dalam peraturan gubernur nomor 2 tahun 2018. Untuk wilayah tingkat dua yakni OKI, Muara Enim, Pali dan Prabumulih.

"Yang diatur itu adalah untuk layanan transportasi online kendaraan roda empat. Setiap daerah dibatasi sebanyak 200 unit. Kalau untuk kendaraan roda dua sendiri tidak ada aturannya yang tercantum dalam peraturan tersebut," bebernya.

Jika seluruh ojek konvensional telah dirangkul dan dilakukan sosialisasi, sambung Mulyadi, maka otomatis pihak Grab akan tahu kondisi yang sebenarnya. Sosialisasi tidak cukup dilakukan hanya dengan mobile ke ojek pangkalan.

"Jika semua sudah diajak dan bergabung menjadi mitra siapa lagi yang mau protes. Maka dari itu dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada Grab harus melakukan iti semua. Begitu juga dengan masalah perizinan dan kantor cabangnya. Apalagi layanan transportasi online ini merupakan bisnis," imbuhnya.

Sementara itu, Ronald Sipahutar selaku VP Kebijakan Publik dan Pemerintah Grab Region Sumsel mengatakan, jika pihaknya sejauh ini telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun ojek konvensional. Kehadiran Grab sendiri di Kota Prabumulih cukup mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Bahkan tidak sedikit pula yang berminat untuk bergabung menjadi mitra Grab.

"Sejauh ini kita masih lihat responnya dulu. Untuk sosialisasi sendiri sudah dilakukan oleh tim kita dengan mendatangi ojek pangkalan," jelasnya.

Disinggung terkait akan adanya gejolak di kalangan ojek konvensional, Ronald mengaku jika hal tersebut diharapkan tidak akan terjadi. Mengingat, Grab sifatnya bukan mangkal mencari penumpang.

"Tapi penumpang yang mencari Grab dengan menggunakan aplikasi. Sebenarnya tidak ada istilah memotong rejeki ojek konvensional, apalagi untuk menjadi mitra Grab tidak ada batasan. Siapa saja bisa bergabung asalkan memiliki persyaratan yang cukup seperti KTP, SIM, STNK dan SKCK," tandasnya. (Ichal)
 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi