Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh :     Tanggal : 06 Maret 2017 19:38     Dibaca: 678 Pembaca

Hingga Akhir Februari, Ditemukan 22 Kasus Gizi Buruk

Wabup Mura Suwarti memberikan bantuan kepada keluarga penderita gizi buruk

Musi Rawas, Detik Sumsel–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mencatat ada 22 kasus penderita gizi buruk selama dua bulan ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Hj Mifta Hulumi melalui Sekretaris Muhammad Nizar kepada Detik Sumsel, Senin (06/03). Dikatakanya jika 22 anak penderita gizi buruk tersebut semuanya disertai penyakit lain seperti gangguan paru-paru.

”Tidak semuanya penderita gizi buruk ini kekurangan asupan gizi, ada sebagian penderita sewaktu masih balita mengalami step atau kejang dan suhu tubuh yang berkepanjangan. Tetapi juga diperparah dengan tidak mengertinya orang tua penderita, sehingga menjadi cikal bakal penyakit,”kata M Nizar.

Dengan tambahan itu, Dinkes kini tercatat sebanyak 42 kasus anak penderita gizi buruk. Kasus baru gizi buruk tersebut ditemukan tersebar di enam kecamatan berbeda. Jumlah penderita paling banyak terdapat di Kecamatan BTS Ulu. Kondisi penderita gizi buruk diperparah dengan masih minimnya infrastruktur, mempersulit tenaga kesehatan untuk menjangkaunya.

"Selanjutnya di Kecamatan Muara Beliti ada satu kasus, Muara Kelingi ada dua kasus, BTS Ulu delapan kasus, Purwodadi satu kasus, Tugumulyo enam kasus dan Megang Sakti tiga kasus," jelasnya. 

M Nizar menjelaskan, penanggulangan penderita gizi buruk harus ditangani secara kompresif dan berkesenimbangun dengan sektor lain. Sebab masyarakat berprilaku sehat hanya 65 persen, padahal idealnya 85 persen."Langsung dirujuk kalau untuk yang disertai dengan kronis, tapi kalau bisa ditangani di puskesmas setempat," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Musi Rawas (Mura) Suwarti meminta petugas kesehatan agar terus melakukan pengecekan dan memantau terhadap para penderita gizi buruk tersebut.

"Saya himbau petugas kesehatan harus turun dan melihat sampai pelosok desa dengan penyuluhan kesehatan dilakukan setiap bulan," kata Wabup.

Terkait pemenuhan gizi, ia mengatakan harus dilakukan pembinaan terhadap orang tua penderita. Dengan begitu, kemajuan dan perkembangan serta asupan gizi bagi para penderita gizi buruk bisa selalu terpantau.

"Perlu penambahan gizi dan pembinaan, apalagi sekarang di setiap puskesmas ada ahli gizi. Dengan turun ke lapangan, bisa segera dibawa ke puskesmas untuk tindakan awal. Penanganan gizi buruk ini harus fokus, sehingga anak mampu berkembang secara fisik dan mental sesuai usia," tutupnya.

Mario (3), putra pertama pasangan Saibi (35) dan Indah (30), warga Desa Sumber Asri Kecamatan Sumber Harta adalah salah satu penderita gizi buruk yang belum ada perubahan meskipun sudah di berikan bantuan oleh pemerintah.

Hingga ini, pertumbuhan fisik Mario masih belum sesuai dengan usianya. Memasuki usia 53 bulan, Mario hanya memiliki berat badan 8,5 kg dengan tinggi 80,8 cm. Selain gizi buruk, Mario diketahui juga menderita serebral palsi dan TBC.

“Sebenarnya saya sedih dengan keadaan ini, sebab diusinya yang menginjak 53 bulan berat badanya saja cuma 8,5 KG.Kalau usaha kami berdua untuk menyembuhkanya sudah kesan kemari, bahkan petugas dari Puskesmas sudah datang dan memberikan bantun begitu juga dengan Pemkab,” Jelasnya. Dia pun berharap agar ana sulungnya itu bisa tumbuh dengan normal seperti anak-anak pada umunya.(Trisna)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi