Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 07 Agustus 2017 19:57     Dibaca: 124 Pembaca

Hutan Lindung Berpotensi HotSpot

foto istimewa

Pagaralam, Detik Sumsel – Kondisi kemarau panjang melanda sejak belakangan ini, wilayah hutan ataupun kawasan (hutan lindung) yang ada di Kota Pagaralam belum terekam adanya hot spot (titik api, red). Namun, titik api yang dimaksud adalah lokasi yang dimungkinkan terjadi kebakaran lahan yang bisa saja terjadi di musim kering seperti ini.

“Kendati kemarau panjang melanda, namun area hutan (kawasa lindung) yang ada di Kota Pagaralam belum terekam adanya titik api akibat pembukaan lahan,” ujar Yurdan SP, Koordinator Kesatuan Pengawasan Hutan Lindung (KPHL) Kota Pagaralam, kemarin (7/8),

Belum terekamnya titik api di wilayah hutan Pagaralam berdasarkan pemantau foto satelit NOAA (national oceantic and atmospheric adminsitration) laporan pihak provinsi. “Dari laporan dari pihak provinsi, belum ada titik api diwilayah hutan kita,” ucap dia lagi.

Bahkan, untuk menindaklanujuti bahaya titik api ini, lanjut Yurdan, KPHL berserta pihak terkait sudah melakukan koordinasi mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dampaknya, bisa memnimbulkan titik api.

“Bersama pihak terjaik, Polres, Kodim melalui Koramil, beserta BPPD Kota Pagaralam mengadakan  pertemuan membahas mengenai karhutla,” katanya seraya mengatakan Mapolres Pagaralam sebagai posko Karhutla.

Menindak lanjuti, jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan bersama satker terkait. Agar mereka tidak membuka lahan dengan cara dibakar, apalgi itu kawasan lindung tentunya sangat dilarang.   

Informasi yang diterima, sejumlah wilayah provinsi Sumsel yang sudah terekam hotspot ini seperti Ogan Ilir, OKI, dan Muba. Sebagai dampak musim kering melanda akhir-akhir ini. “Karenanya, jangan sampai terjadi di Pagaralam. Hutan kita harus dijaga. Mengenai kerawananan munculnya hotspot, bisa dikatakan hampir seluruh wilayah hutan di Pagaralam berpotensi munculnya hotspot,” pungkasnya seraya mengatakan salah satu contohnya kebakaran hutan di Gunung Dempo tahun lalu yang sempat terekam sebagai hotspot.

Sementara, ditambahkan Dandim 0405 Lahat, Letkol CZI Srihartono melalui Pabung Pagaralam, Mayor Hernawan mengakui, diimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada disaat musim kering saat ini dan tidak membakar lahan. “Dampak kebakaran hutan dan lahan, selain merusak ekosistem juga kabut asap yang dirasakan tidak kita sendiri namun juga di wilayah lainnya,” tukas dia.(gud)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi