Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 08 Juli 2018 16:20     Dibaca: 129 Pembaca

Ingin Berfoya-foya, Dua Pelaku Ini Gelapkan Motor Teman

Dua pelaku penggelapan berikut barang bukti sepeda motor saat diamankan di Polsek Prabumulih Timur

Prabumulih, Detik Sumsel - Demi kesenangan pribadi dan foya-foya, dua pemuda yakni Novan Tri (25) dan Depta Munzilin (29) yang merupakan warga jalan Bima, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur harus meringkuk dalam tahanan sementara Polsek Prabumulih Timur. Pasalnya kedua pelaku nekad melakukan aksi penggelapan sebuah sepeda motor milik korban yakni Hartono (49), warga Jalan Tani, Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat korban berkunjung ke rumah temannya di Perumahan Arda, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur. Tidak lama kemudian salah satu pelaku yakni Depta datang meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk melihat kakak iparnya, karena merasa sudah saling kenal korban pun menyerahkan sepeda motornya tersebut.

Lama menunggu sepeda motor korban tak kunjung dikembalikan. Korban pun curiga dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi setelah beberapa hari kejadian.

Berdasarkan laporan tersebut polisi pun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan pelaku yang saat itu sedang berada di rumah keluarganya di wilayah Taman Baka tepatnya di Kampung Tempirai, Kecamatan Prabumulih Selatan. Pelaku pun langsung diciduk dan digiring ke kantor polisi.

"Dari keterangan tersangka, sepeda motor milik korban telah ia jual kepada temannya. Petugas pun kembali melakukan pengembangan dan berhasil meringkus temannya dan mengamankan barang bukti sepeda motor jenis Yamaha Vega R warna biru bernopol BG 6325 CE," ujar Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Hernando SH, Minggu (08/07).

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Kedua paleku terancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, Depta pria pengangguran ini mengaku nekad menjual sepeda motor korban lantaran tidak punya uang. Hasil penjualan motor tersebut ia gunakan untuk foya-foya.

"Duitnyo la kuhabiske pak, untuk foya-foya. Beli baju samo kebutuhan lainnyo," katanya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi