Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 03 Juni 2017 11:32     Dibaca: 609 Pembaca

Ini Alasan Dewan Tunda Pencairan Gaji Guru Honor SMA/SMK di Sumsel

Foto : Net

Palembang, Detik Sumsel- Malang nasib ratusan guru honor SMA/SMK di Sumsel, pencairan gaji mereka yang mandek selama lima bulan batal dicairkan pada akhir Mei lalu. Hal ini disebabkan karena angota Komisi V DPRD Sumsel meminta pihak Dinas Pendidikan Sumsel melakukan pendataan guru honor SMA/SMK di Sumsel yang memenuhi persyaratan harus di validasi ulang.

Anggota Komisi V DPRD Sumsel, Rizal Kenedy mengatakan penundaan pencairan gaji guru honor SMA/SMK di Sumsel tersebut dilakukan karena setelah pihaknya mengkroscek masih terdapat banyak kesalahan validasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Sumsel. "Masih banyak guru yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan gaji tetapi malah tidak terdata, kalau ini dibiarkan saja nanti malah menimbulkan persoalan baru. Kami minta Dinas Pendidikan Sumsel ini harus benar-benar melakukan validasi jangan sampai merugikan guru honor lainnya," tegasnya.

Lanjutnya, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penundaan pencairan gaji guru honor SMA/SMK di Sumsel. "Intinya Dinas Pendidikan harus melakukan secara benar validasi, karena banyak guru honor SMA/SMK di Sumsel yang mengadu ke kami karena tidak terdata oleh Dinas Pendidikan Sumsel padahal persyaratan mereka lengkap dan sudah sesuai prosedur," bebernya. Rizal menambahkan, guru honor SMA/SMK di Sumsel yang berhak mendapatkan pencairan gaji tersebut yakni guru yang memiliki SK Kepala Daerah dan linier.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumsel Budiono menyebutkan berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumsel tercatat ada sebanyak 705 guru honor SMA/SMK di Sumsel yang berhak mendapatkan pencairan gaji, namun setelah dilakukan verifikasi ulang masih banyak ditemukan kesalahan pendataan. "Untuk itu pencairan ini kami tunda terlebih dahulu sampai waktu yang belum ditentukan," katanya.

Menurutnya, persoalan di lapangan masih ada guru honor SMA/SMK yang tidak linier dan tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan pencairan gaji. "Kami sebenarnya juga kasihan dengan guru-guru honorer SMA/SMK ini, namun mau bagaimana lagi persoalan pencairan gaji ini sangat krusial dan belum menemukan titik temu," imbuhnya.

Lanjutnya, persoalan dana pihak Disdik Sumsel melalui APBD sudah menyiapkan anggaran untuk pencairan gaji guru honor SMA/SMK yakni sebesar Rp.15 Miliar. "Pada prinsipnya anggaran sudah siap, tapi kami didesak oleh anggota dewan untuk tidak mencairkannnya terlebih dahulu karena dinilai nantinya akan menimbulkan persoalan baru," pungkasnya.(tet)
 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi