Diposting oleh : Jamaluddin     Tanggal : 12 Oktober 2017 18:45     Dibaca: 314 Pembaca

Ini Janji Menteri Pertanian pada Petani di Ogan Ilir

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir H Andi Amran Sulaiman melakukan panen padi di atas lahan rawa lebak seluas 400 ribu hektar di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Kabupaten OI, Kamis (12/10/2017).

Indralaya, Detik Sumsel - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir H Andi Amran Sulaiman beserta jajaran berkunjung ke Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kunjungan menteri Pertanian RI tersebut, ke Kabupaten OI, Kamis (12/10) pukul 11.00, dalam rangka melaksanakan panen padi di atas lahan rawa lebak seluas 400 ribu hektar di Desa Simpang Pelabuhan Dalam Pemulutan Kabupaten OI.

Usai melaksanakan panen padi di atas lahan rawa lebak, ke depan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman berjanji akan meningkatkan kesejahteraan petani. Karena, menurutnya upaya swasembada pangan boleh dikatakan berhasil.

Mengingat saat ini, para petani tidak lagi memanen padi satu kali dalam satu tahun. Melainkan, saat ini panen padi telah dinikmati oleh petani sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Begitu pun juga, bantuan yang diberikan kepada petani semula Rp 50 ribu per hari. Kini, dinaikkan menjadi Rp 200 ribu per hari untuk setiap petani. 

"Tentu ke depan, tugas kita adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani," ujarnya.

Ia menjelaskan, program cetak sawah di atas lahan rawa lebak yang berada di desa-desa dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten OI telah dicanangkan sejak dua tahun yang lalu.

Lanjutnya, kini para petani telah menikmati hasilnya. "Saat ini, upah petani sudah kita berikan sumbangan Rp 200 ribu per hari setiap petani yang semula hanya Rp 50 ribu per hari. Kalau dikalikan satu bulan saja, sudah Rp 6 juta penghasilannya setiap petani. Tinggal lagi ke depan kita mencarikan solusi bagaimana petani itu bisa sejahtera. Melalui kegiatan pemanfaatan lahan-lahan yang ada di atas rawa lebak, seperti menanam rempah-rempah, cengkeh, sayur-sayuran dan lain-lain yang berhubungan dengan rempah-rempah, termasuk juga pemanfaatan sumber daya air di area persawahan untuk pembudidayaan ikan," jelasnya.

Ia menambahkan, tentu upaya ke depan untuk mensejahterakan petani tidak hanya bagi petani di Kabupaten OI saja. Melainkan petani-petani yang ada di wilayah Sumsel termasuk beberapa Provinsi lainnya seperti di daerah Kalimantan dan Pulau Sumatera.

"Pemerintah terus mengupayakan program pertanian. Sekarang ini kan, kita tahu para petani tidak lagi memakai peralatan manual dalam pengelolaan pertanian. Semuanya sudah menggunakan teknologi canggih seperti peralatan yang memadai antara lain mesin cetak sawah, mesin tanam padi, mesin pengolah air serta mesin panen padi iya itu tadi yang barusan kita gunakan," ujarnya seraya menyebut penerapan teknologi pertanian di wilayah Indonesia berdasarkan hasil dari studi banding yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu ke negara-negara berkembang seperti Vietnam, Thailand, dan Jerman. (AL)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi