Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 03 Mei 2018 18:20     Dibaca: 10278 Pembaca

Ini Kronologis Kecelakaan Tragis yang Merenggut Nyawa Dokter Agien

Kondisi mobil milik dr Azien ringsek setelah menabrak angkutan truk batubara

#Tubuh dr Agien Terpental ke Samping Kiri Mobil

Prabumulih, Detik Sumsel - Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa seorang dokter muda bernama Agien Tri Wijaya (25) menjadi perhatian banyak masyarakat Kota Prabumulih. Pasalnya kematian korban yang beralamat di Jalan Beringin, Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Ilir ini dianggap janggal, lantaran saat ditemukan korban tewas di posisi samping kiri depan bangku penumpang.

Bahkan sempat beredar informasi di dunia maya jika korban tewas dibunuh. Lantaran korban berangkat dari Muara Enim menuju Kayu Agung bersama seorang rekannya. Sehingga kronologis penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa korban menjadi simpang siur.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kasat Lantas AKP Novrizal SH mulai angkat bicara dan menjelaskan kronologis penyebab peristiwa kecelakaan yang menimpa alumni Unsri jurusan Kedokteran angkatan 2011 itu.

Nofrizal mengatakan, penyebab kecelakaan berawal saat dr Agien berangkat seorang diri mengendarai mobil sedan jenis Toyota Corola Altis BG 1856 UY dari arah Muara Enim menuju Kayu Agung. Saat melintas di tempat kejadian perkara di Jalan Jendral Sudirman KM 11 Prabumulih-Muara Enim tepatnya di tanjakan Talang Berenai, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat mobil korban bertabrakan dengan sebuah mobil angkutan truk batubara jenis Mitshubishi BG 8234 KI yang dikemudikan oleh Sarpin (25) dari arah berlawanan.

Diduga korban memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan berusaha menghindari lubang yang ada di depannya. Korban langsung banting setir ke arah kanan. Namun naasnya dari arah berlawanan melintas mobil truk sehingga tabrakan pun tak dapat terelakkan.

"Tubuh korban terpental ke bangku sebelah kiri akibat hantaman yang keras. Sehingga kepalanya terbentur ke kaca dan menyebabkan luka robek dibagian wajah dan kepala. Korban membaea sendiri mobilnya dan tidak benar adanya isu kalau korban berangkat bersama rekannya. Hal ini juga dibenarkan oleh sejumlah saksi di tempat kejadian serta keterangan dari supir angkutan batubara," ujar Nofrizal kepada wartawan, Rabu (03/05).

Masih kata Novrizal, pasca kejadian petugas sempat kesulitan untuk mengevakuasi jenazah korban dari dalam mobil. Lantaran pintu mobil terkunci dari dalam. Sehingga petugas terpaksa memecahkan kaca bagian depan untuk memudahkan mengeluarkan tubuh korban dari dalam mobil.

"Kedua kendaraan sudah kita evakuasi. Begitu juga supir truk juga sudah kita amankan untuk diproses lebih lanjut," terangnya.

Korban yang merupakan dokter internship yang berdinas di RSUD Muara Enim itu tewas dengan kondisi luka robek dibagian wajah sebelah kiri hingga kepala, patah tulang leher, patah tulang bahu sebelah kiri serta luka lecet dibagian kaki dan tangan.

"Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka setelah divisum di kamar jenazah RSUD Prabumulih. Kasus kecelakaan ini masih terus kita dalami lebih lanjut," imbuhnya.

Sementara itu, Sarpin supir naas angkutan batubara yang sempat dibincangi media ini mengaku, jika dirinya sudah berusaha mengurangi kecepatan saat sebelum mobil yang dikemudikannya ditabrak oleh mobil sedan milik dr Agien. Meskipun demikian tabrakan tidak dapat terhindarkan.

"Mobilnya ngebut, tiba-tiba langsung banting setir ke kanan dan menabrak mobil saya. Memang dimobil itu dia sendirian, saya mau mencoba untuk menolong tapi takut diamuk warga. Makanya saya menyelamatkan diri ke kantor polisi," tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi