Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 27 Juni 2018 20:51     Dibaca: 273 Pembaca

iPol Indonesia: Kemenangan Khofifah-Ridwan-Ganjar Sesuai Prediksi

Pemenang 10 Pilgub 2018 Versi iPol Indonesia

Palembang, Detik Sumsel- IT Research and Politic Consultan (iPol) Indonesia Mengeluarkan Rilis Prediksi pemenang dengan jumlah perolehan suara di Pilkada Sumatera Utara, Jatim, Bali dan Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jateng, Jabar, Riau, Kalbar, Lampung. Menurut Direktur iPol Indonesia, Petrus Hariyanto, rilis Ipol Indonesia kali ini menampilkan metode yang berbeda dalam rangka Hari H Pilkada Serentak Gubernur Beberapa Propinsi di Indonesia. 

Tidak saja menilai dari sisi riset, tapi juga 6 elemen pengolahan data dan analisa terkini dari kesiapan masing masing Kandidat dalam Cipta Kondisi Kemenangannya di 10 Propinsi. Metode ini kami sebut dengan iPol Inside yaitu Mix Methode yang membaca dan memprediksi kemenangan kandidat berbasis teknologi politik pemenangan pemilu, Big Data dan Laporan Jaringan iPol se-Indonesia yang memonitor hasil Penghitungan Suara di 10 Propinsi hingga hari H Pemilihan.

"Semua data dan analisa di kaji secara mendalam oleh Tim Ahli di iPol Riset, iPol Institute dan iPol Success sebelum data dirilis. Hasil dalam 10 Pilgub yang di Monitor langsung iPol Indonesia menunjukkan bila Prediksi iPol mendekati kebenaran. Seperti bukti bahwa Khofifah bakal unggul di Jatim, demikian halnya dengan Ganjar di Jateng dan Ridwan Kamil di Jabar. Menggunakan 6 elemen indikator yang diturunkan. iPol sejak awal menilai bila kemenangan akan diraih oleh para 10 calon Gubernur," ungkap Petrus Rabu (27/6/2018).

Keenam elemen itu yakni; pertama, data peta politik Pilgub 2008, 2013 (Kecenderungan 10-15 Tahun Terakhir) dan pergerakan sebaran suara kandidat 2018. Kedua, data karateristik “Trend Elektabilitas Tetap” sekitar hampir 6 Juta Pemilih Sumsel.

Lalu ketiga, riset tokoh berpengaruh di Sumsel, keempat data viral di Sosial Media / Cartografi (Unsur Menarik/Beda/Lucu – Identitas – Koneksi – Partisipasi – Perasaan). Kelima, Big Data iPol Monitoring (Monitoring terkini Pergerakan Trend dan Issue Media). Keenam adalah data hasil pantauan pergerakan jaringan iPol Indonesia yang terus memonitor hasil pergerakan mesin pemenangan dalam meraih suara. 

Masih dalam siaran pers, iPol merilis angka melalui Indeks Pemenang Kepala Daerah (IPK) diantaranya Jawa Timur. Hasil iPol Inside, pasangan Khofifah-Emil unggul tipis memenangi Pilkada Jatim. "Dalam hitungan kami, setelah coblosan siang ini, yang memenangi Pilgub adalah pasangan Khofifah Emil dengan suara 50,78 persen (11.251.956), sedangkan Gus iPul - Puti 49,67 persen (11.006.000)," papar Petrus. 

Sementara di Provinsi Sumut, sambung Petrus, Edy Ramayadi-Musa peroleh 51,78 % (2.336.884), pasangan Djarot-Sihar peroleh 48,22 persen (2.188.477). Sedangkan di Bali pasangan Koster-Ace peroleh 51,46 persen suara dan Mantra-Kerta peroleh 49,25 persen. Untuk di Kaltim pasangan Isran Noor-Hadi memenangi Pilgub Kaltim dengan perolehan suara 30,21% (492.653), Rusmadi Wongso-Safarudin 25,79 % (420.573), Jaang-Awang 23,83 (388.447), Andi-Ismail 20,08 (327.457).

Untuk 5 Propinsi lainnya, Pilgub Jabar menurut iPol hasil iPol Inside cenderung dimenangkan Ridwan Kamil - UU 35,33 % (7.845.770), Derajat Syaichu 30,45 % (6.762.063), TB Hasanuddin - Anton Charliyan 11,98 (2.660.411). Deddi - Mulyadi Pilgub 22,24 % (4.938.860). Jateng dimenangkan Ganjar Pranowo - Taj Yasin dengan nilai 58,34 %, Sudirman Said - Ida Fauziyah 41,93 Persen. Pilgub Lampung hasil iPol Inside menunjukkan kemenangan di raih oleh Arinal - Chusnuniah 32,25 % (1.301.605), disusul oleh Herman HN - Sutono 25,67 % (1.036.038), Ridho - Bahtiar 23,05 % (930.295), Mustafa - Jazuli 18,97 % (765.627).

Pilgub Kalimantan Barat Sutarmidji-Ria Norsan 43,79 % (1.053.276), Karolin-Gidot 30,32% (729.284), Milton-Boyman 25,89 % (622.729). Sedangkan Pilgub Riau dimenangkan oleh Syamsuar-Edi 40,80 %, Arsyad-Suyatno 24,43 %, Luqman-Hardianto 18,80 % , Firdaus-Rusli 17,58 %."Mesin politik kandidat yang bekerja aktiv, adalah ukuran utama yang mempengaruhi pergeseran suara dalam melakukan pendulangan dan pengamanan suara. Dalam Release kami, pasti ada perbedaan dan selisih, tapi kita tetap menunggu juga dengan hasil rekapitulasi KPU," tukasnya. (Ril/Buy)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi