Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 26 September 2016 10:39     Dibaca: 1069 Pembaca

Ironis,Disahkan 2014 Perda Baca Tulis Al-Quran Belum Ada Perbub

Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Banyuasin Emi Sumitra

BANYUASIN,Detiksumsel - Pemerintah Kabupaten Banyuasin selama dibawa Kepemimpinan Bupati non aktif Yan Anton Ferdian dinilai tidak serius dalam menerapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang baca tulis Al-Quran.

Terbukti sampai saat ini Perda tersebut belum ditindaklanjuti dengan aturan teknis dalam bentuk Peraturan Bupati (Perbub) sehingga Perda tersebut belum dijalankan sebagaimana tujuan awal.

"Perda baca tulis alquran sudah disahkan tahun 2014, tapi sampai saat ini belum ada Perbubnya. Ini bukti tidak seriusnya Pemkab Banyuasin. Ini juga bukti Umaroh terlaku jauh dari ulama sehingga kebijakan jauh dari agama,"kata Anggota Fraksi PKB DPRD Banyuasin Emi Sumitra,Senin (26/9/2016).

Akibatnya terang Emi Sumitra Kebijakan publik jauh dari nilai-nilai agama. "Saya nilai Perda Baca Tulis Alquran ini
Kurang diperhatikan dan kurang didorong Pemkab Banyuasin, sedangkan Perda tanpa rokok belum satu tahun sudah direaliasikan. Padahal memakan  anggaran yang cukup besar mulai deri pembuatan Baliho.iklan dimedia dan lainnya,"katanya.

Kondisi ini tegas Emi Sumitra sangat disesalkan para ulama. "Para ulama menyayangkan tidak konsistemnya Pemkab Banyuasin dalam menerapkan Perda ini,"katanya.

Untuk itu tegas Emi Sumitra, Wakil Bupati Banyuasin untuk segera menyusun Perbub agar Perda ini bisa direalisasikan. "Perda ini sangat penting,anak-anak kelas 6 SD wajib bisa baca tulis Al-quran dan ini menjadi syarat untuk melanjut ke SMP,"katanya.

Artinya lanjut Emi Sumitra,jika Perda ini diterapkan nilai manfaatnya sangat baik bagi anak-anak di Banyuasin. "Perda ini diterpakan,maka tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa baca tulis Al-Quran,ini sangat luar biasa,"tandasnya. (Faz)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi