Diposting oleh : AMS     Tanggal : 07 Juni 2017 18:52     Dibaca: 455 Pembaca

Jadikan Palembang Kota Enterprenuer, Setahun Bedah 1.000 Rumah Tak Layak Huni

Balon Walikota Palembang, M Akbar Alfaro

MUHAMMAD Akbar Alfaro sangat serius maju sebagai calon walikota Palembang. Bahkan sejumlah program sudah ia siapkan untuk menjadikan Palembang sebagai kota Enterprenuer. Apa saja?

-----------------------------------------------------------------------------

SMART, muda dan santun begitulah kesan pertama yang muncul saat wartawan membincangi Akbar. Walau terbilang masih cukup muda, pria kelahiran 29 Mei 1988 ini memiliki semangat yang tinggi untuk mengabdi kepada daerah dan dapat bermanfaat lebih kepada sesama.

Melalui ormas gerakan peduli sesama (GPS), Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumsel ini kerap terjun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat. Bahkan program GPS yang paling menyentuh, yakni memberikan santunan kepada orang meninggal bisa sampai 5-6 kali sehari. 

"Awalnya gerakan GPS ini murni kegiatan sosial. Setelah melihat dan mendengarkan keluhan, mulailah permintaan dukungan masyarakat mengalir. Problematika yang terjadi di kota ini kemudian kami analisa, lalu petakan. Memang tidak bisa diselesaikan jika tidak menjadi pemegang kebijakan," kata Akbar saat dibincangi di Posko GPS, Rabu (7/6).

Alumni Sunway University ini menuturkan, Palembang sebagai barometer perkotaan di Sumsel, harus bisa lebih baik dan majunya kota ini harus seiiring sejalan dengan kesejahteraan masyarakatnya. Tapi, faktanya masih banyak belum sejahtera, bahkan saat keliling masih ada warga menderita gizi buruk. Selain itu, masalah clasic perkotaan kerap banjir dan tata kelolah pemerintahan menjadi keluhan, serta pengangguran belum tertuntaskan. 

"Problem ini seperti panggilan jiwa, dan didorong oleh dukungan masyarakat, tokoh dan elemen organisasi membuat saya merasa harus maju dan tampil sebagai calon walikota," paparnya. 

Akbar mengaku, sudah menyiapkan sejumlah program menyelesaikan problem tersebut. Salah satunya meningkatkan kesejahteraan. Caranya dengan memacu perekonomian di kota ini dengan kehadiran pemimpin yang memiliki loby mendatangkan investor ke Palembang. 

"Ini yang belum terjadi, bagaimana gairah perekonomian ini dapat dinikmati semua lapisan masyarakat, bukan sebagai penonton saja tapi sebagai pelaku usaha," imbuhnya. 

Ia bertekad, ingin menjadikan Palembang sebagai kota enterprenuer. Dimana kata ini bukan hanya slogan dan monumen saja, tapi diimplenentasikan ke masyarakat. "Maayarakat kita latih, kita bina dan kasih modal agar mendorong menjadi penguasaha, minimal UMKM dan dapat membuka lapangan pekerjaan walau skala kecil. Seperti yang sudah dilakukan di HIPMI Sumsel. Ini bukan hal imposible, sangat bisa kita wujudkan," tuturnya. 

Dalam bidang pemerintahan, Akbar menargetkan agar terjadi good governanceYakni birokrasi yang sesuai tupoksinya, hanya yang kompeten berhak mengemban amanah bukan mereka yang dipaksakan. Sebagai pelayanan publik, maka harus menciptakan kenyamana bagi investor. Efektif, prangkat yang sistematis berbasis teknologi, mudah dan murah. "Ini bukanlah hal yg sulit hanya butuh keseriusan pemimpin," jelasnya. 

Ia berjanji, jika terpilih sebagai walikota Palembang, maka program-program sosial GPS akan terus dilanjutkan bahkan lebih besar. Seperti yang sudah terlaksana bantuan amal kematian, dan operasi gratis bibir sumbing. Lalu, program bantuan pembinaan dan pelatihan kepada UMKM akan terus ditingkatkan guna mewujudkan Palembang kota Enterpreneur. "Program lainnya, mengatasi rumah tak layak huni. Setiap tahun akan kita targetkan bedah 1.000 rumah," janjinya. 

Selanjutnya, kata Akbar, sebagai bentuk apresiasi bagi warga yang belum memiliki rumah tetap, maka setiap kecamatan akan ada 1 rumah susun. Jadi, jika di Palembang ada 16 kecamatan maka minimal ada 16 rusun dengan menejerial building yang murah.

"Juga apresiasi bagi pelayan publik, seperti ustas, imam Masjid, pelaku seni dan pelayan publik yang membantu pembentukan karakter generasi maka akan kita berikan intensif," ungkap suami ibu Tika ini. 

Mengenai kendaraan politik? Kata Akbar saat ini sedang membangun komunikasi dengan Parpol. Bahkan ia mengaku sudah mengambil formulir di PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra. Dalam waktu dekat akan mengambil formulir di Nasdem. "Saya yakin semua parpol modern mengusung calon berdasarkan survei. Dan saya percaya akan diusung partai. Tapi jika memang hasil survey saya bagus kemudian partai tidak memberikan dukungan, maka kita akan mencoba untuk jalur independen," pungkasnya. (Dul) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi