Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh :     Tanggal : 22 Februari 2017 17:02     Dibaca: 1103 Pembaca

Jalan Amblas, Fuso Muatan 22 Ton Kertas Terguling

Kondisi trus fuso pembawa kertas 22 ton yang terguling akibat jalan amblas

Musi Rawas, Detik Sumsel- Akibat muatan yang melebihi tonase dan kondisi jalan yang keropos, mengakibat mobil jenis Fuso dengan nomor polisi BE 9355 CK yang dikenderai oleh Buyung dan Apri warga Desa Tebing Tinggi amblas dan terguling di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Kelurahan Lubuk Kupang Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Rabu (22/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Akibatnya, mobil korban yang bermuatan kertas sekitar 22 ton tersebut nyaris terguling. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kecelakaan ini. Namun akibat peristiwa ini, kendaraan itu mengalami kerusakan fisik. 

Untuk memudahkan mengembalikan posisi mobil seperti posisi semula, sopir dan keneknya dibantu dengan warga setempat harus melakukan evakuasi muatan mobil yang berisi kertas, dan dipindahkan ke mobil lain yang selanjutnya dihantarkan ke percetakan yang dituju. 

Menurut Evi Tamala, warga desa setempat mengatakan, kejadian tersebut bermula saat mobil yang bermuatan kertas yang hendak di antar ke salah satu percetakan yang kebetulan berada tepat diseberang jalan tempat mobil tersebut terguling.

"Mobil ini dari arah Musi Rawas menuju percetakan diseberang jalan sana, memang sudah sampai. Tapi saat hendak belok, dan diarahkan pemilik percetakan untuk mundur hingga akhirnya ban bagian belakang sebelah kiri amblas dan masuk kedalam jalan," kata Evi saat dibincangi di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (22/02). 

Menurutnya, peristiwa ini terjadi karena sopir tidak mengetahui jika kondisi jalan. Saat kejadian, kernet mobil tengah berusaha mengendalikan arus lalu lintas karena trus akan berbelok.

"Sedangkan sopir ini masih didalam mobil, namun karena warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menopang bak mobil mengunakan kayu seadanya. Sehingga mobil masih dalam kondisi miring dan tidak jatuh," Jelasnya.

Sopir truk Buyung menambahkan, sebelumnya amblas dan terguling. Dirinya mengaku sempat kebingungan lantaran percetakan yang tidak memiliki papan nama. Sehingga membuatnya, harus mundur kebagian jalan yang keropos. 

"Saya dari Semarang, muatan itu akan dibongkar di ruko yang ada diseberang jalan itu. Tapi karena tidak adan papan namanya saya bingung, hingga akhirnya saya mundur dan ban belakang bagian kiri amblas karena kondisi jalan yang diduga keropos," Tutupnya.(Tris)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi