Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 25 September 2017 09:27     Dibaca: 447 Pembaca

Jantung Berdebar? Waspada Ini Penyebabnya

Ilustrasi Jantung Berdebar (Ist)

Palembang, DetikSumsel- Jantung berdebar atau palpitasi adalah sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum dengan kuat, cepat, atau tidak beraturan. Sensasi ini juga dapat dirasakan di area tenggorokan dan leher.

Kondisi ini merupakan kondisi yang tergolong umum dan biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit. Namun palpitasi yang terlalu sering, semakin memburuk, dan disertai gejala tertentu seperti sesak dan pusing, patut diwaspadai. Kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada jantung.

Jantung bekerja memompa darah dari seluruh tubuh dan mengangkut kembali darah yang telah mengandung oksigen ke seluruh tubuh. Di dalam jantung, darah akan mengalir melewati empat ruangan di dalam jantung, yaitu serambi (atrium) kanan, bilik kanan, serambi kiri, dan bilik kiri.

Dikutip dari laman alodokter.com, detak jantung normal biasanya sekitar 70 ketukan per menit (bpm) dan detak jantung normal orang dewasa berkisar antara 40-100 bpm jika melebihi harus waspada. Adapaun beberapa faktor yang meningkatkan risiko mengalami jantung berdebar-debar antara lain: Serangan kepanikan/kecemasan, Latihan fisik yang berat, Kafein, Nikotin, misalnya yang berasal dari rokok, Demam, Perubahan hormon yang diasosiasikan dengan kehamilan, menstruasi, atau menopause, Mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol, dan Obat-obatan tertentu yang mengandung stimulan, misalnya obat pilek dan batuk yang mengandung pseudoephedrine, obat asma (seperti salbutamol dan terbutalin), maupun narkoba (amfetamin, ekstasi, kokain, dan ganja).

Pengobatan Jantung Berdebar

Pengobatan palpitasi dilihat dari hasil diagnosis yang diperoleh berdasarkan gejala dan penyebabnya sehingga jenis pengobatan yang dilakukan dapat berbeda-beda. Umumnya dokter akan menyuruh Anda untuk menghindari pemicu jantung berdebar. Misalnya menghindari kafein bila Anda mengalami jantung berdebar-debar akibat kafein. Contoh lain adalah merujuk Anda pada ahli psikiatri bilamana jantung berdebar-debar dipicu oleh gangguan cemas.

Pada kasus yang jarang ketika jantung berdebar-debar disebabkan oleh kelainan jantung, Anda biasanya akan dirujuk ke kardiologis.

Palpitasi yang disebabkan oleh fibrilasi atrium biasanya ditangani dengan obat penghambat beta untuk memperlambat denyut jantung atau obat-obatan yang dapat mengembalikan detak jantung menjadi normal. Penanganan lain dapat berupa pemasangan alat pacu jantung, terapi kejut listrik (cardioversion), dan balasi kateter untuk menghancurkan area pada jantung yang menyebabkan denyut jantung menjadi tidak beraturan. (Net)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi