Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 26 Juni 2018 22:41     Dibaca: 3176 Pembaca

Jelang Pencoblosan, Situasi Politik Prabumulih Memanas

Mulwadi alias Kemong didampingi rekan media saat menunjukkan selebaran black campaign yang ditemukan dilapangan saat melakukan peliputan

# Wartawan Jadi Korban Salah Faham

Prabumulih, Detik Sumsel - Situasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kota Prabumulih jelang pencoblosan kian memanas. Pasalnya aktifitas kampanye gelap (black campaign) dan isu dugaan politik uang (money politic) kian merebak di tengah masyarakat.

Guna mengawasi hal tersebut sejumlah kuli tinta yang ingin mencari berita kebenaran isu itu harus menjadi korban kesalahpahaman saat melakukan peliputan berita. Tiga orang wartawan Kota Prabumulih yakni Mulwadi (43) wartawan berita-one.com, Andri Kurniawan (33) dari publikzone.com, Herman (47) dari bininfor.com serta dua rekannya bernama Sofyan Atswari (24) dan Agus (40) nyaris menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh rombongan relawan kolom kosong (Koko).

Peristiwa tersebut terjadi pada, Selasa (26/06) dinihari sekitar pukul 24.30 wib, di Simpang Tiga, Kelurahan Majasari. Beruntung kelimanya berhasil selamat setelah anggota Polres Prabumulih mengamankan mereka.

Mulwadi mengaku, peristiwa yang mereka alami berawal saat mendapatkan informasi jika ada oknum camat yang ditangkap warga saat melakukan aktifitas black campaign di wilayah Prabumulih Selatan. Mendapati laporan tersebut ia rekan media langsung menuju lokasi untuk melakukan peliputan.

Sialnya, saat tiba di lokasi rombongan tersebut langsung dihadang oleh sekelompok warga yang notabene adalah Relawan Kolom Kosong. Bahkan mereka dipaksa turun dari dalam mobil dan nyaris dihakimi.

"Mereka berpikir kami terlibat dalam satu kelompok pasangan calon yang berselisih dengan relawan Koko. Karena memang sebelumnya mereka sempat terlibat pertengakaran dengan tim salah satu paslon. Padahal kami sudah mengaku sebagai wartawan dan menunjukkan kartu pers. Namun kami tetap dicegat bahkan diteriaki sebagai bagian dari pendukung paslon," ujar Mulwadi kepada awak media usai melakukan press konfrence, Selasa sore (26/06).

Pria yang akrab disapa Kemong ini menuturkan, disaat mereka dicegat beruntung aparat kepolisian datang dan mengamankan mereka. Lantaran kalah suara dan dituduh sebagai bagian dari pendukung paslon yang berselisih dengan relawan kolom kosong, mereka pun digeledah petugas dan ditemukan sepucuk soft gun miliknya serta sebuah plastik klip dari dalam dompet rekannya yang digadang-gadang oleh relawan koko sebagai sabu.

"Soft gun memang milik saya, namun itu ada izin dan terdaftar di Perbakin. Sedangkan plastik klip yang mereka sebut sebagai narkoba merupakan bekas bungkus obat herbal. Polisi juga telah memeriksa dan memintai keterangan kami. Bahkan dilokasi kami menemukan selebaran black campaign yang diduga sudah disebar oleh oknum relawan kolom kosong. Harusnya ini diusut oleh aparat penegak hukum," bebernya.

Hanya saja dirinya sangat menyayangkan, sejumlah relawan kolom kosong memposting kejadian tersebut di media sosial dan diisukan terlibat kasus penyalahgunaan narkoba dan kepemilikan senjata api rakitan.

"Kami hanya ingin meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. Isu yang disebar oleh oknum relawan kolom kosong terhadap kami tidaklah benar. Apalagi isu itu diperkuat setelah adanya berita yang dimuat oleh salah satu rekan media kita tanpa adanya konfirmasi kepada kami maupun pihak kepolisian. Sehingga berita tersebut di share dan disebarluaskan di media sosial. Jelas ini merusak nama baik kita selaku wartawan. Jika memang bersalah tentunya kami sudah ditahan oleh pihak kepolisian," imbuhnya.

Terpisah Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan adanya unsur pidana.

"Tidak ada bukti yang mengarah pada tindak kriminal. Senjata yang ditemukan dalah air soft gun dan resmi dari Perbakin. Begitu juga dengan plastik klip yang awalnya diduga sebagai bungkus sabu ternyata bekas bungkus obat herbal. Tes urine juga udah dilakukan oleh tim narkoba dan semuanya bebas narkoba," tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi