Diposting oleh : Firwanto M Isa     Tanggal : 19 September 2016 23:09     Dibaca: 406 Pembaca

Joko Siswanto: Hindari Politik Dinasti

Joko Siswanto

Palembang, Detik Sumsel-Politik dinasti dapat mengganggu jalannya Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara jujur, adil, dan bersih. Menurut Pengamat Politik Joko Siswanto Salah satu alasannya, jejaring kerabat yang berada di dalam birokrasi pemerintahan daerah membuat kandidat yang berasal dari bagian keluarga menjadi lebih terbantu.

"Hal  yang lebih buruk lagi bisa  terjadi politik dinasti adalah pemaksaan serta pengkarbitan untuk menjadi pemimpin,  bukan karena tren menjadi pemimpin tetapi dipaksa untuk matang" tegas joko Siswanto yang juga merupakan Rektor Universitas Taman Siswa Palembang, Senin (19/9).

Sumsel sudah ada dua kepala daerah yang sama-sama masih muda dan mewarisi tahta orangtua. Namun sayang, keduanya juga kompak terjerat kasus pidana. Mereka adalah Bupati Banyuasin, Yan Anton Ferdian dan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviandi. Yan Anton tertangkap tangan oleh KPK karena menerima suap dan Wazir ditangkap BNN karena tersangkut masalah narkoba.

 "Contohnya sudah jelaskan, ada dua kabupaten di Sumsel. Banyuasin dan  Ogan Ilir (OI) kebetulan partainya sama, bapaknya ketua Partai jugakan akhirnya negatif," kata Joko

Jika pemimpin suatu daerah sudah didominasi oleh suatu klan atau satu keluarga, Menurut Joko kemungkinan berpolitik akan tertutup bagi orang lain. "Kendatipun keluarga itu dipercaya bisa memanage daerah tersebut dan bisa menjadi pemimpin yang baik, tapikan imbasnya masyarakat akan terpuruk yang menimbulkan kerajaan dinasti modern, ini negatifnya," Jelasnya.

Oleh karena itu, menurut Joko hal negatif dari politik dinasti tersebut harus dihindari  jika tidak ingin berakhir  menjadi buruk. Sebenarnya, politik dinasti bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang supaya setiap orang bergantian memegang tampuk kekuasaan dengan proses yang kompetitif, tetapi semua orang berhak untuk menjadi pemimpin. (Fir)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi