Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 22 Februari 2017 21:00     Dibaca: 427 Pembaca

Kadis Komimfo : Target Kita 2017 Masterplan E-Government ini Selesai

Suasana sosialisasi Masterplan E-Government Kabupaten Banyuasin 2017-2021 yang diadakan Diskominfo Banyuasin,Rabu (22/2/2017).

Banyuasin,Detiksumsel - Membangun sistem e-Government yang terintegrasi ( Integreted Network)
baik integrasi data, proses, infrastruktur dan integrasi konten bukanlah hal yang muda,namun butuh waktu,biaya dan komitmen yang kuat dari semua stakeholder.

"Memang ngak muda membuat Integreted Network, Namun yang paling penting adalah dilakukan mulai dari sekarang,"kata Kadis Kominfo Banyuasin Erwin Ibrahim ST MM MBA dalam acara sosialisasi
Masterplan E-Government Kabupaten Banyuasin 2017-2021,Rabu (22/2/2017).

Modal kita terang Erwin, komitmen yang kuat dari pimpinan untuk menerapkan sistem e-Government yang terintegrasi sehingga Pelayanan publik murah,cepat muda,transparan dan birokrasi yang tidak berbelit. 

"Maka kita harus bertekad, tahun 2017 ini Masterplan E-Government Kabupaten Banyuasin 2017-2021 sudah kita bentuk dengan baik,"katanya.

Dengan tidak adanya Integreted Network jelas Erwin, maka kita akan terus bekerja secara sendiri-sendiri mulai dari perencanaan,pelaporan hingga minotoring dan evaluasi (monev).

"Mengulang pekerjaan itu, selain nguras tenaga pikiran dan akhirnya hasilnya tak maksimal. Tetapi dengan data yang terintegrasi itu jauh lebih mudah dan efisien,"katanya didampingi Kabid E-Goverment Ana.

Jaka Santoso Konsultan yang menjadi rekanan Diskominfo memaparkan kondisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Kabupaten Banyuasin. Dimana menurut dia permasalahannya, basis data yang beragam, belum terintegrasinya aplikasi antar sektor atau organisasi perangkat daerah (OPD), kemampuan dan kapasitas SDM dalam pengembangan TIK masih rendah, Insfrastruktur TIK terbatas dan regulasi masih kurang.

"Disini perlu adanya kebijakan tata kelola governance berupa penataan dan perkuatan regulasi,mekanisme kerja dan kelembagaan. Kemudian kebijakan SDM,dengan meningkatkan kualitas SDM aparatur yang ada,"katanya.

Infrastruktur jaringan jelas Jaka,Kabupaten Banyuasin sudah memiliki data center (R.server), dimana data center yang telah dibangun diantaranya proxy server,web server,DNS servee, DHCP server yang dibangun tahun 2009, IPPBX server (2013), GIS Server (2014), DASHBOARD Server (2015), Router Gateway,Distribution Router,Firewall dan Bandwith Limited (2009), PBB online server (2014),ULP server (2016), LPSE/SPSE server (2013) dan SIMBANGDA server (2015).

Sedangkan Kondisi infrastruktur saat ini, jaringan fiber optik di 6 SKPD dan rumah dinas Bupati, jaringan kabel di 18 SKPD dan jaringan wireless di 15 Kecamatan. " nanti fiber optik perkantoran Pemkab Banyuasin akan ditarik dari data center yang ada di Kantor Bupati hingga ke depan Kantor Pemukiman Rakyat (eks PUCK). Kemudian ke sejumlah OPD lain dengan menggunakan 96 core dengan 600 meter, 24 core 150 meter, 12 crone 300 meter dan 2 crone 500 meter,"jelasnya.

Begitu juga data center kata Jaka, akan ditambah beberapa bagian dibanding yang ada sekarang,diantaranya ruang network oper dan rack telko, ruang data center, dan ruang operator dan monitoring. "Bahkan bisa dipasang alarm hingga ruang kerja bupati, untuk menitoring kondisi data center,"katanya.

Pemetaan kebutuhan data dan aplikasi jelas Jaka, sedikitnya ada 8 aplikasi yakni SIMDA,SIMBADDA yang ada di BPKAD, SIMPEG di BKD, SIPERON untuk layanan publik di BPT, SIAK dan KTP elektronik di Disdukcapil, Sim Kearsipan di BPAD dan SPSE di LPSE/Kominfo.

"Tujuan dari itu semua tersedianya layanan publik yang berkualitas, terselenggaranya layanan intra pemerintah yang efektif dan efisien,dan terwujudnya manajemen dan tata kelola yang baik.  Strateginya dengan penguatan portal daerah berupa pengembangan portal layanan publik terpadu,pengembangan portal internal pemerintah terpadu dan pengembangan manajemen pengguna. Kemudian strategi kedua berupa penyediaan saluran pengaduan masyarakat dengan menyediakan akses pengaduan masyarakat terpadu dan penyediaan service desk,"terangnya.

Selanjutnya, strategis yang juga mesti dilakukan yakni penguatan konektivitas insfrastruktur TIK dasar pemerintah, pengintegrasian data dasar dan aplikasi, serta penguatan struktur dan manajemen tata kelola TIK.(Faz)
 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi