Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 23 Januari 2017 19:14     Dibaca: 248 Pembaca

Kadisdikbud OKU Minta Sekolah Hati-Hati Gelar Bimbel

Kadisdikbud OKU Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi SE MT M.Si

Baturaja, Detik Sumsel – Dugaan pungutan liar (pungli) yang dikemas dalam kegiatan bimbingan belajar (Bimbel) di sejumlah sekolah jadi perhatian Kepala Dinas Pendidikan kebudayaan (Kadisdikbud) OKU. Saat dikonfirmasi mantan Assisten III Dr. Drs. H. Achmad Tarmizi SE MT M.Si menegaskan jika pihaknya tidak akan mentolerir pungutan apapun dalam lingkup sekolah.

“Soal pungutan dengan kedok apapun terutama jelang UN, akan menjadi atensi kami. Tidak kami perkenankan sedikit pun sekolah menarik biaya dari siswa meski dengan dalih bimbel atau pembelian sesuatu,” tegasnya.

Menutrut Tarmizi  seandainya pelaksanaannya ada biaya jangan dilaksankan, tapi kalo tidak ada biaya silahkan saja. “Karena jangan terjadi pungli,  bimbel ini sudah ada lembaga Bimbel yang sudah diberi izin oleh disdikbud, disitu lembaganya. Kalau dalam sekolah itu proses belajar mengajar itu tidak perlu biaya. Kalau mau mengadakan silahkan asal jangan dipungut biaya,” ungkapnya.

Pada dasarnya Tarmizi mengungkapkan pelaksanaan kegiatan  semacam itu sering dilakukan dengan terpaksa orang tua atau wali siswanya. “ jangan diakali – akali dan jangan dipaksa , kalau ada kesepakatan silahkan. Tapi jangan mengeluarkan dana lagi, jangan sampai jadi beban. Bimbel disekolah itu sudah ditanggung dalam BOS itu. Semestinya jangan jadi beban lagi,” tegasnya.

Selain itu juga ada upaya lain selain bimbel, seperti diperbanyak dijam sekolah diefektifkan bila perlu diberi jam tambahan tapi jangan ada biaya yang membebani siswa. Himbauan sekolah, untuk hati - hati dalam memgambil tindakan pungutan dan lainnya karena saber pungli terus memperhatikan jangan sampai ada permasalahan disekolah.

“Kalau kedapatan memungut biaya akan kita pelajari dan akan kita turunkan tim untuk mempelajari dan menangai masalah ini kalau kedapatan akan ditindak dengan  tegas. Sesuai dengan rekomendasi tim . Tingkat pelanggarannya mulai dari teguran sampai pemberhentian,” jelasnya. (fei)

 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi