Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 30 Juni 2018 16:35     Dibaca: 11849 Pembaca

Kapolres Segera Proses Oknum Polisi Posting Ujaran Kebencian

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono salam komando bersama Pengurus PWGP Ansor Sumsel.

Palembang, Detik Sumsel- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumsel melakukan tabayun dengan Polresta Palembang, Sabtu (30/6). Hal ini dilakukan menyikapi adanya postingan dan komentar ujaran kebencian oleh oknum anggota kepolisian di wilayah kota Palembang. 

"Memang sudah ada undang-undangnya sendiri, dan di Polri itu sebenarnya sudah ada etika-etika nya," kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono saat berkomunikasi dengan Ansor dan Banser di Palembang.

Diketahui, seorang oknum diduga anggota kepolisian yang bertugas di Polsek IB I Palembang memposting dan berkomentar dinilai sebagai ujaran kebencian tehadap ormas NU dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.

"Saya juga baru tahu kemarin malem. Ini oknum, dan ini sudah kita tindak, mungkin besok pagi akan kita proses. Saya sudah ambil langka, orang ini skrg sedang di Empat Lawang," tegasnya. 

Dalam kesempatan tersebut, perwira tinggi dengan melati 3 di pundak ini menyesalkan akan adanya hal tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut dipengaruhi oleh pola pikir yang diterimanya berbeda.

"Padahal sudah sering kita berikan arahan dan pembekalan kepada seluruh anggota. Insyaallah akan kita carikan solusi untuk Interen kita dengan baik. Dan terima kasih kepada Ansor/Banser yang selalu menunjukan bahwa Polri adalah mitra," singkatnya.

Sementara itu, Sekjen GP Ansor Sumsel Nurul Mubarok MSI menegaskan langkah tabayun ini dilakukan sahabat-sahabat Ansor/Banser sebagai upaya koordinasi dan langkah hukum. Sebagai ormas pemuda Islam terbesar, pihaknya selalu mengedepankan penyelesaian masalah sesuai dengan regulasi. 

"Postingan ujaran kebencian ini jelas telah merugikan kami, apalagi yang dihina bukan saja organisasi tapi juga kiayi ulama NU," kata Barok. 

Ia mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang langsung melakukan koordinasi. Apalagi ini mulai banyak kader-kader daerah yang mempertanyakan agar segera diproses sesuai ranah hukum. 

"Kami percaya kepolisian ada mitra kami, sebagai penegak dan penjaga NKRI Ansor/Banser tetap satu komando. Selain langkah tabayun, kami tetap akan melakukn upaya hukum. Dan meminta kader untuk tetap menahan diri dan satu komando jangan sampai terprovokasi," tegasnya. (Wira) 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi