Diposting oleh : Edy Parmansyah     Tanggal : 06 Oktober 2017 16:31     Dibaca: 567 Pembaca

Kasus Pungli Penerimaan Pengawai Dinkes, Ternyata Polres Muba Terbitkan SPDP

Ilustsasi pungli

Sekayu, Detik Sumsel - Walaupun Inspektorat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) masih tahap pengumpulan data, tetapi kondisi sebaliknya sangat berbeda terhadap proses hukum kasus pungutan liar (pungli) penerimaan dan pengangkatan pekerja tidak tetap (PTT) medis Dinas Kesehatan Musi Banyuasin (Muba) oleh aparat penegak hukum  (APH) berjalan cepat.

Sejak 27 September lalu atau hanya dua hari sejak adanya laporan polisi (LP), Polres Muba telah merilis surat perintah  dimulainya penyidikan (SPDP).

Terhitung per 2 Oktober, aparat Kejaksaan Negeri Muba juga telah menerima pemberitahuan oleh Polres Muba.

Keluarnya SPDP menunjukkan penyidik kepolisian telah meningkatkan tahap penyelidikan naik ke tahap penyidikan terhitung 27 September lalu. SPDP dikeluarkan tim penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Muba.

“Kita telah memeriksa, memintai keterangan saksi serta mengantongi barang bukti (BB) yang ada,” kata AKBP Rahmat Hakim, SIk, Kapolres Muba, melalui AKP Kemas Muhammad Syawaludin Arifin, Sik, SH, Kasat Reskrim Polres Muba, saat dibincangi sejumlah wartawan.q

Dalam kasus PTT ini, tim penyidik menerapkan Pasal 378 KUHP. Tim menyidik akan memanggil  ME, yang bertugas memintai uang penerbitan SK PTT. Mulai dari Rp30 juta hingga Rp48 juta.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan pihaknya akan memintai keterangan ME, membongkar praktik pungli PTT ini. Polres juga melihat keterkaitan oknum pejabat lainnya dalam praktik pungli PTT di Kabupaten Muba.

“Kita lihat saja perkembangan penyidikan pungli PTT ini,” ucapnya. Yang jelas jumlah korban diprediksi masih banyak atas kasus yang terjadi.

Penerbitan SPDP telah diberitahukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Muba. Kejari Muba, Maskur, SH, MH, melalui Kasi Pidsus Kejari Muba, Abdul Halim, SH, MH, membenarkan telah menerima SPDP pungli PTT, pada 2 September.

“SPDP  bentuk pemberitahuan, bahwa penyidik telah masuk tahap penyidikan kasus pungli PTT,” ucapnya. Kejari Muba pun, akan mempersiapkan jaksa yang andal dan profesional dalam menuntut kasus yang berjalan itu.

Perlu diketahui, kasus pungli PTT Medis Dinas Kesehatan Kabupaten Muba berjalan dengan cepat. Buktinya aksi pungli terbongkar pada 11 September lalu.

Lantaran sejumlah korban AM setor Rp30 juta, PW setor Rp30 juta, S setor Rp33 juta, NW setor Rp48 juta, RR setor Rp33 juta serta R setor Rp40 juta, telah menyetor kepada ME.

Anehnya korban tak kunjung menerima SK PTT medis yang ditandatangani Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin.

Kasus ditangani Inspektorat, lantaran ME berstatus PNS. Lalu kasus dilimpahkan ke APH dan menerima laporan polisi No: LP-A/1092/IX/2017/SUMSEL/RES MBA pada 25 September. Tim penyidik melakukan penyelidikan dan telah tahap penyidikan sekarang ini. (edy)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi