Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 10 November 2016 13:41     Dibaca: 2780 Pembaca

Kasus Suap Yan Anton, Suhada Adjis dan Yos Karimudin Diperiksa KPK

Tersangka Yan Anton bersama tersangka lainnya

BANYUASIN,Detiksumsel - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (10/11/2016) hari ini memeriksa dua Kepala Dinas di lingkup Pemkab Banyuasin.
Dua Kepala Dinas ini yakni Ir H Suhada Adjis Umar MM, Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Ir Yos Karimudin,Msi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa.
Selain keduanya, KPK juga periksa Adik Kandung YAF, Harry Kusuma alias Ayik Kepala Bidang Pengawasan Pembangunan di Dinas PU Cipta Karya Banyuasin dan Erwin kontraktor yang juga kekuarga YAF.
Dengan demikian, sedikitnya sudah delapan kepala Dinas mantan Kepala Dinas yang diperiksa yakni Kepala DPPKAD Bambang Wirawan, Kadis PUBM Ir Abi Hasan,Kadinkes dr Masagus Hakim, Kadis PUCK Noor Yosept Zaath,Koperindag UKM Ir Ria Apriani, Mantan Kadis PU Pengairan Ir Syahrial MT, Mantan Kadistanak Ir Syaiful Bahri, Mantan Kadisdik Merki Bakri. 

Pada kasus ini, selain Yan Anton, KPK telah menetapkan 5 tersangka lainnya. Mereka ialah Umar Usman, Sutaryo, Zulfikar Muharrami, Rustami dan Kirman. Yan selaku bupati meminta uang kepada para pengusaha yang hendak mendapatkan proyek ijon di beberapa di dinas di wilayahnya. Ia kemudian menghubungi Rustami yang merupakan Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Pemkab Banyuasin. Yan meminta Rustami berkomunikasi dengan Umar Usman selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin. Lalu Umar mengajak Sutaryo yang merupakan Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin untuk menghubungi Zulfikar Muharrami selaku Direktur CV Putra Pratama. Zulfikar ingin mendapatkan proyek ijon tersebut dan diminta memberikan suap untuk kelancaran prosesnya. Selain itu, ada juga seorang bernama Kirman selaku swasta yang bertugas sebagai pihak swasta. Yan terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (4/9) lalu. Ia ditangkap sesaat setelah mengadakan kegiatan pengajian dalam rangka dirinya dan istrinya untuk berangkat haji. Dari tangan Yan, KPK menyita uang Rp 299.800.000 dan USD 11.200. Kemudian KPK menangkap Sutaryo, KPK menyita Rp 50 juta. Sedangkan dari tangan Kirman, KPK menyita bukti setoran biaya haji ke sebuah biro perjalanan haji sebesar Rp 531.600.000. Sehari yang lalu, KPK sudah lebih dulu memperpanjang masa penahanan terhadap seorang tersangka lainnya, yaitu Sutaryo. KPK juga memperpanjang masa penahanan dirinya selama 40 hari dalam kurun waktu yang sama yaitu dari tanggal 25 September hingga 3 Oktober.
Atas perbuatannya, KPK menetapkan Yan, Rustami, Umar, Kirman, dan Sutaryo sebagai penerima suap dengan sangkaan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK juga menjerat Zulfikar sebagai tersangka pemberi suap dan disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Faz)

 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi