Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Maya     Tanggal : 10 Agustus 2018 17:39     Dibaca: 1145 Pembaca

Kebijakan Penutupan Ampera Selama Asian Games Dinilai 'Lebay'

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Chairuddin Yusuf

Palembang, Detik Sumsel - Rencana pemerintah dan pihak terkait yang akan menutup Jembatan Ampera dan mengalihkan arus lalu lintas melalui Musi II, mendapatkan kritikan tajam dari Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sumsel.

"Pemerintah jangan lebay," ujar Wakil MTI Sumsel, Chairuddin Yusuf, Jumat (10/08).

Seharusnya pelaksanaan Asian Games yang bertaraf internasional ini, jangan membuat susah warga. Awalnya, pemerintah memberlakukan larangan parkir di sepanjang Jl Sudirman tanpa menyediakan dulu akses alternatif lokasi parkir. Hasilnya meski arus kawasan itu kini tertib, tetapi malah mematikan perekonomian kawasan tersebut.

"Banyak pengusaha gulung tikar dan warga pun jadi enggan kesana karena tidak ada tempat untuk parkir kendaraan," katanya.

Ditambah lagi wacana pemerintah bersama pihak terkait serta Inasgoc, yang akan menutup akses Jembatan Ampera dinilainya sebagai keputusan mematikan. Bahkan, ia menilai aturan itu sangat lebay karena kembali harus mengorbankan kepentingan masyarakat.

"Pemerintah jangan lebay, bayangkan jika
Ampera ditutup dua jam saja, bagaimana arus ekonomi Ulu dan Ilir. Harus diingat Jakabaring itu menjadi pusat retail terbesar di Sumsel. Kalau pedagang atau mobil pengangkut makanan sampai tidak bisa lewat, sama saja mematikan perekonomian masyarakat," ucapnya.

Seharusnya, dalam pengaturan lalu lintas harus dicari solusi tepat tanpa mengorbankan masyarakat. Bukankah hakikat Asian Games itu diharapkan bisa meningkatkan perekonomian. Jika sampai menutup Ampera, berarti Asian Games tidak memberikan efek positif bagi perekonomian masyarakat Palembang.

Ia menambahkan, alasan penutupan supaya rutinitas atlet dan official beserta tamu tidak terganggu.

"Inilah tidak logis dan lucu, apa gunanya LRT yang katanya untuk mempermudah mobilisasi offisial dan tamu, jadi tidak akan menganggu aktifitas di atas Jembatan Ampera. Jangan demi melancarkan tamu negara, kenapa harus mengorbankan kepentingan akses jalan masyarakat yang sudah bertahun - tahun melewati Ampera," tegasnya. 

Ia juga mempertanyakan nasib para pekerja dari ulu ke ilir,  toko-toko di sepanjang Jl Sudirman serta mall semuanya pasti terganggu dengan kebijakan ini bila benar- benar diterapkan. Maka pemerintah sama saja melemahkan perekonomian di Sumsel khususnya Palembang.

Kekhawatiran yang berlebihan dari panitia pelaksana dan pemerintah itu tidak masuk akal. Palembang kota yang aman, damai dan sangat zero conflict.

"Dengan kondisi demikian, mengapa pemerintah sangat ketakutan sampai harus memberlakukan tutup di Ampera karena menghindari kemacetan, Ini benar-benar saya nilai sangat tidak masuk akal," jelasnya.

Lalu apa gunanya ada polisi maupun Dishub atau dinas terkait. Biarkan mereka bekerja dengan mengatur lalu lintas sedetail mungkin tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat.

"Ini gara-gara Asian Games justru membuat warga susah. Ingat transportasi barang tak bisa dihentikan, hanya transportasi orang-orang saja yang bisa distop," katanya. (May)


  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi