Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Poetra     Tanggal : 08 Desember 2017 19:35     Dibaca: 669 Pembaca

Kejati Kembangkan Kemungkinan Tersangka Baru Kasus Dana Hibah OKI 2013

Ilustrasi Kasus Dana Hibah OKI

Palembang, Detiksumsel- Pasca penahanan empat tersangka dugaan korupsi penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun anggaran 2013 yakni, M, D, RB dan MA. Pihak Kejati Sumsel mengaku tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru.

"Sementara ini baru empat yang kita tahan, guna proses pemeriksaan lebih lanjut, untuk tersangka baru bisa jadi akan ada, tapi kita tak mau memastikan apakah oknum kepala daerah atau bukan, lihat saja nanti," kata Kajati Sumsel Ali Mukhartono SH MH didampingi Aspidsus Agnes, SH MH, Jumat (8/12).

Ditegaskan Ali, Kejati Sumsel tidak akan pandang buluh karena siapapun sama dimata hukum, sekalipun kepala daerah dan masih menjabat, kalau terbukti bersalah dan terlibat korupsi tentu akan ditindak. "Dimata hukum semua sama, jika terbukti langsung kita proses, tidak perduli siapa oknumnya, tinggal porsi penanganan saja yang berbeda, karna setiap orang mempunyai peranan masing masing," tegasnya.

Disinggung mengenai kasus serupa di Sumsel, Kajati mengaku pihaknya juga sedang mendalami kasus sekitar 47 kasus untuk seluruh sumsel, termasuk kasus bansos Lahat dan daerah lainya."Daerah lain ada, sedang kita tangani, yang jelas namanya korupsi jelas musuh bagi kami,"jelasnya.

Diketahui, kasus danah hibah OKI tahun 2013 sebesar Rp 3 Milyar ini, berawal dari dugaan adanya aliran dana yang terdapat ketidaksesuaian antara pelaporan dana hibah yang keluar dan hasilnya dari anggaran Rp 65 milyar. Dari situ, tim terus melakukan penyidikan hingga mengarah pada keempat tersangka ini.

"Pengelolaan dana hibah ini dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab OKI tahun anggaran 2013. Tim terus melakukan penyidikan terhadap beberapa saksi termasuk keempatnya," ungkapnya. 

Terkait nilai kerugian dari kasus ini, dikatakannya, sejauh ini masih terus dilakukan pendalaman oleh petugas. Sehingga begitu ada hasil audit dari BPKP. "Akan secepatnya disampaikan ke masyarakat," pungkasnya. (vot)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi