Diposting oleh : Firwanto M Isa     Tanggal : 08 Agustus 2017 17:41     Dibaca: 475 Pembaca

Kemarau di Sumsel Diprediksi Hingga Dua Bulan Mendatang

Kasi Observasi Dan Informasi BMKG Sumsel, Agus Santosa.

Palembang, Detik Sumsel- Kondisi cuaca saat ini di Sumsel mempengaruhi timbulnya titik api atau hot Spot, saat ini curah hujan di Sumsel masih rendah terutama Daerah terjadi karhutla dengan titik api terbanyak.

Kasi Observasi Dan Informasi BMKG Sumsel, Agus Santosa mengatakan Kondisi el nino, suhu muka laut perairan indonesia indeks dipole mode berada dalam kondisi normal, fase MJO aktif dan monson australia yang masih aktif menandakan bahwa musin kemarau di sumsel sampai saat ini masih berlangsung dan dalam kondisi yang normal.

"Wilayah yang mengalami hari tanpa hujan 20 hari terjadi di Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim dan OKU Timur. Distribusi curah hujan dasarian III Juli berada pada kriteria rendah hinggah menengah," jelasnya.

Dikatakan Agus, prediksi curah hujan wilayah barat sumsel yakni Musi Rawas, OKU, OKU Selatan, OKU Timur, Muara Enim, Prabumulih, Pali OKI, OI Palembang, Banyuasin hingga Musi Banyuasin didominasi curah hujan yang rendah hingga tiga dasarian ke depan. "Prakiraan awal musim hujan 2017-2018 berdasarkan prakiraan hingga enam bulan mendatang, peningkatan curah hujan di indikasikan akan terjadi pada akhir bulan September hingga awal oktober  yang menjadi penanda dimulai awal musim hujan 2017/2018," katanya.

Mengingat musim hujan, Sambung dia kemarau yang masih akan berlangsung hingga dua bulan mendatang, kewasdapaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan tetap diperlukan. "Berdasarkan indeks kemudahan terjadi karhutla wilayah sumsel memiliki kriteria mudah-sangat mudh mengalami karhutla namun indeks pengendalian karhutla berada dalam kategori tidak sulit untuk dikendalikan," pungkasnya. (fir)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi