Diposting oleh : AMS     Tanggal : 13 Maret 2017 08:08     Dibaca: 1086 Pembaca

Kembalikan Nama Besar SFC

SFC Juara

Palembang, Detik Sumsel- Lima tahun tanpa gelar membuat pendukung Sriwijaya FC mulai gundah gulana. Masyarakat Sumatera Selatan menginginkan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub segera mengambil langkah strategis demi mengembalikan nama besar tim bermarkas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring ini.

Ya, terakhir kali Laskar Wong Kito menggemgam tropi kompetisi tertinggi di tanah air pada edisi 2011-2012 lalu, saat masih dibawah kendali Pelatih Kas Hartadi. Setelah itu, SFC seperti mulai kehilangan marwahnya sebagai tim juara dan hanya mampu menduduki posisi runner up pada turnamen bergengsi seperti SCM Cup dan Piala Presiden edisi 2015.

Selanjutnya pada turnamen 2016 lalu, SFC harus puas finish di urutan empat pada Piala Gubernur Kaltim, urutan tiga Piala Bhayangkara dan posisi empat di Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Terakhir pada turnamen Piala Presiden 2017, Laskar Wong Kito hanya mampu bertahan di babak delapan besar, setelah dikandaskan Arema FC 1-0.    

Belum membaiknya performa tim pada beberapa turnamen yang diikuti membuat suporter mulai gerah dan mulai menyuarakan pergantian di kursi kepelatihan. Mereka menilai Widodo Cahyono Putro tidak memiliki mental juara, seperti yang diperlukan SFC untuk mengembalikan naman besar tim kebangaan masyarakat Sumsel ini di kandah sepakbola nasional.

Kegagalan pada turnamen ISC A dan Piala Presiden 2017 sudah cukup untuk membuktikan bahwa Widodo Cahyono Putro tidak layak dipertahankan. Seperti yang diutarakan Kelompok suporter Sriwijaya Mania (S-Man) Sumsel melalui Ketua Umumnya Eddy Ismail. 

Sejak awal, dia bersama anggotanya tidak begitu suka dengan gaya kepelatihan Widodo. Arsitek asal Cilacap itu disebut tidak memiliki ciri khas dalam kerap tidak konsisten dalam menerapkan strategi dilapangan. Kondisi ini membuat pemain menjadi bingung dalam menjalankan skema dilapangan.

“Setiap pertandingan skema bermain SFC selalu berubah-ubah, akhirnya tim sulit padu. Kami harapkan suara kami (Suporter) didengarkan dan menjadi masukkan. Ini demi kebaikan tim," tegasnya, belum lama ini. 

Dia melanjutkan, bila alasan supaya tim lawan tidak terbaca dengan taktik yang akan dimainkan. Eddy menyebut, jangankan tim lawan, pemain sendiri saja tampak bigung saat menjalankan intruksi yang diinginkan Widodo. "Kita masih pada pendapat lama, sebaiknya pelatih diganti, apalagi Liga 1 belum bergulir,” tegasnya. 

Janji Lakukan Perubahan

Manajemen SFC menyatakan tidak akan menutup telinga dan mata terkait banyaknya keluhan dan masukan yang dilontarkan oleh berbagai pihak, terhadap kondisi tim saat ini. Evaluasi pun akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kinerja jajaran pelatih maupun pemain. Dengan harapan, tim peraih gelar double winner edisi 2017 ini dapat kembali menjadi klub yang ditakuti lawan baik kandang maupun tandang, serta mampu membawa tropi juara ke Bumi Sriwijaya. 

Jeda waktu yang cukup panjang akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sebelum kompetisi Liga 1 bergulir pertengahan April nanti. Manajer SFC Nasrun Umar benjanji, seluruh bagian dalam tim tentu tak ada yang lolos dari evaluasi pasca turun di Piala Presiden 2017. 

“Semua tentu akan dievaluasi termasuk pelatih, kontrak Widodo berakhir Maret, kita akan laporkan ke Presiden dulu, nanti Presiden SFC yang akan putuskan,” ucap Nasrun.

Itu artinya, untuk kursi kepelatihan masih belum final, mengingat perpanjang kontrak Widodo Cahyono Putro belum diperpanjang.

Widodo bisa dikatakan masih menjalani sisa kontraknya bersama Laskar Wong Kito. Namun, manajemen pun tidak menegaskan dia akan dilepas, karena memang nanti Presiden SFC Dodi Reza Alex yang akan sampaikan.

Sementara itu, Pelatih Widodo Cahyono Putro mengungkapkan, setelah turnamen Piala Presiden 2017, dia bersama jajaran pelatih telah melakukan evaluasi terkait kekuarangan tim dana apa saja yang harus dibenahi. 

"Tentu kita akan ada evaluasi terhadap pencapaian di Piala Presiden 2017, baik secara tim maupun kinerja pemain juga. Pemain sudah berjuang keras, nanti kita akan lihat bagimana kedepannya pemain yang sudah ada. Semua hasil akan kita laporkan kepada manajemen klub,"jelasnya

Harus Kerja Keras

Pengamat Sepakbola Sumsel Indrayadi menilai, SFC harus kerja keras menghadapi kompetisi tahun ini. Walaupun ditopang tiga pemain asing yang mumpuni, seperti Yu Hyun Koo, Hilton Moreira dan Alberto Goncalves, bagi Indra SFC bukan termasuk pesaing yang diperhitungkan di kompetisi tahun ini.

Apalagi menihat kekuatan tim pesaing lain memiliki materi pemain yang cukup berpengalaman dan dominan. Seperti Persib, PSM, Arema, Bali United yang terlihat lebih siap mengarungi kompetisi.

"Saya lihat SFC harus kerja keras, terutama jajaran pelatih untuk membuat skema yang pas dengan materi yang ada sekarang. Terutama saya khusus menyorot lini belakang, meskipun setelah hengkangnya Fahrudin ada pemain lain yang didatangkan untuk menambal lobang tersebut,"ucapnya. (Iyop)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi