Diposting oleh : AMS     Tanggal : 23 Maret 2017 10:13     Dibaca: 281 Pembaca

Kembangkan Bawang Merah Sebagai Pembangun Ekonomi Masyarakat Desa

Ir. Rusli, Mhaz mengembangkan Bawang Merah sebagai salah satu potensi di Sumsel.

Palembang, DetikSumsel- Tidak mudah memang meyakinkan masyarakat dan petani terhadap komoditi baru. Apalagi, belum ada contoh sebagai potensi penghasil yang menggiurkan bagi suatu desa atau daerah. Hal inilah yang coba dikenalkan dan disosialisasikan oleh Ir. Rusli, Mhaz dengan mengembangkan Bawang Merah sebagai salah satu potensi di Sumsel. “Hanya butuh waktu untuk membuktikannya,” kata Rusli saat dibincangi DetikSumsel.Com, Kamis (23/3).

Berkat kesabaran dan keuletannya, ia bersama para petani, investor dan Patani Sumsel, akhirnya berhasil membuktikan bawah tanaman bawang merah yang selama ini merupakan salah satu komoditi penyebab inflasi yang cukup besar, juga bisa dikembangkan di Sumsel. “Dan dapat membantu penurunan angka inflasi,” kata pria kelahiran Desa Lesung Batu Rawas, Muratara yang kini ju menjabat Penasehat Patani Sumsel ini.

Menurut pria yang banyak memiliki segudang pengalaman baik sebagai konsultan BI, Pemda Muara Enim, Uni Eropa, Lingkungan, dosen ini, agribisnis bawang merah bukan semata untuk memenuhi kebutuhan saja. Tetapi lebih luas untuk membangun ekonomi masyarakat khususnya di desa. “Banyak peluang dan serapan tenaga kerja yang tercipta,” tuturnya.

Diketahui, belum lama ini ia bersama Patani dan Petani di Desa Pulau Semambu KM 24, Indralaya, Ogan Ilir berhasil panen Bawang Merah sekaligus membuktikan secara teknis dan ekonomis bahwa bawang merah dapat dikembangkan lebih luas di Sumsel.

“Untuk itu dibutuhkan peran sinergis semua stakesholder utamanya pemerintah pusat di daerah bahkan pemerintahan desa,” harapnya.

Menanggapi ini Dirut Patani Pusat Sarjan Tahir, menambahkan, pengembangan bawang merah selain dilakukan di P. Semambu, OI juga di Sukarame Palembang. Dikatakan, ini merupakan salah satu bagian dari gerakan merajut potensi desa. “Kegiatan ini akan dilanjutkan dgn kerjasama dg perguruan tinggi baik riset maupun pola pembibitan yang akan disebarkan di 17 kab/kota se-Sumsel,” ungkapnya.

Ia berharap agar kegiatan ini memberikan dampak pada tumbuhnya ekonomi di desa yang dapat mengatasi kesenjangan dan mengurangi kemiskinan. Selain budidaya bawang merah, komodoti lainnyapun seperti kelapa dalam, jagung. “Semua akan dikembangkan untuk membantu produksi petani dan ciptakan lapangan kerja dan peluang bisnis di desa,” tambahnya.

Sementara, Kanwil PATANI Sumsel Misliha berharap  kegiatan pengembangan bawang merah yang dilakukan oleh Ir Rusli bersama PATANI akan terus mendapat support semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. “Karena dengan kerja bareng maka hasil yang didapat akan semakin baik dan semakin cepat membawa kesejahteraan bagi petani dan masyarakat Sumsel,” pungkasnya. (Dul)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi