Diposting oleh : Firwanto M Isa     Tanggal : 16 Juni 2017 15:04     Dibaca: 186 Pembaca

Ketua IGI Palembang: Tidak Ada Yang Salah Dengan Pendidikan Agama

DETIK SUMSEL/FIR: Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Palembang, Kemas Ari Panji

Palembang, Detik Sumsel-Wacana Penghapusan pendidikan agama dalam kurikulum pendidikan sempat menguak, walaupun sudah ditepis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengenai isu dihapuskannya pendidikan agama di sekolah bahwa Pendidikan agama justru diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler namun masih perlu di perjelaskan maksud pendidikan agama di luar jam pelajaran

Menanggapi hal tersebut Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Palembang, Kemas Ari Panji mengatakan bahwa pendidikan agama yang akan di hapuskan itu sebenarnya bukan di tafsirkan dihapus pelajaran agama di sekolah namun 
"Itulah salah penafsiran itu bukan dihapuskan, kalau diknas dinamakan pendidikan agama, kalau di madrasah pelajaran agama malah lebih mendalam, harus di tafsirkan secara mendalam," jelaskan saat di bincang detik sumsel jumat (16/6) di bina praja palembang

Pendidikan agama, tambah dirinya tetap ada namun ada penambahan di ekstenal kelas. Esensinya tetap ada namun saran sebagai pratisi pendidikan tidak usah ada pendidikan di luar jam pelajaranan
"Itu kesalahan kebijakan, sebaiknya  dikaji lebih dalam untuk menghapuskan pendidikan agama, maunya apa menghilangkan pendidikan agama, tidak ada yang salah dengan pendidikan agama tidak ada masalah dengan pendidikan agama" Jelas Kemas Ari yang juga Humas MAN 1 Palembang Ini.

Sebelumnya, Rektor IUN Raden Fatah, Prof Sirozi mengatakan secara singkat  dikatakan bahwa undang undang pendidikan nasional UU nomor 20 tahun 2003 menegaskan bahwa pendidikan agama itu wajib diberikan di semua jenis dan jenjang pendidikan. "Bahkan sebenarnya kursus-kursus itu wajib memberikan pendidikan agama karena itu ada dalam UU. Itu saja," Katanya

Selain itu lanjut sirozi Jika pendidikan agama akan diberikan di luar kelas itu namanya bukan menghilangkan. Itu adalah modifikasi dan itu harus didiskusikan 
"Terkait dengan mutu, mental dan  psikolog siswa itu tergantung. Artinya tentu kita mengharapkan yang namanya inovasi harus menghasilkan yang lebih baik," Pungkasnya.(fir)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi