Diposting oleh : AMS     Tanggal : 13 Maret 2017 13:46     Dibaca: 301 Pembaca

Komunitas Korban Lakalantas Jadi Pelopor Keselamatan Lalin

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia, SIk saat membuka tirai tanda diresmikannya rumah singgah bagi korban lakalantas

Kayuagung, Detik Sumsel- Satuan Lalu Lantas (Satlantas) Polres OKI melaunching pembentukan komunitas korban kecelakaan lalu lintas sekaligus meresmikan rumah singgah Simpatik Korban Laka Lantas, di Kayuagubg OKI, Senin (13/3).

Pembentukan komunitas korban kecelakaan lalu lintas tersebut sebagai bentuk perhatian Satlantas Polres OKI kepada para korban lakalantas yang terjadi di wilayah hukum Polres OKI.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia, SIk menyatakan dengan dibentuknya komunitas korban lakalantas ini diharapkan dapat membantu pihak kepolisian untuk mengampanyekan tertib berlalu lintas.

"Peresmian rumah singgah ini adalah untuk membantu pembinaan keterampilan bagi korban lakalantas sekaligus dapat memberikan bimbingan konseling kepada korban lakalantas,"kata Kapolres.

Rumah singgah ini pula, kata Kapolres, menjadi wadah bagi para korban lakalantas dan bertujuan untuk membantu korban lakalantas sekaligus menjadikan mereka sebagai pelopor keselamatan dalam berlalulintas.

Kedepan, masih kata Kapolres, pihaknya berharap program ini dapat disempurnakan, tentunya dengan support dan bantuan Pemkab OKI dan stackholder lainnya.

"Mudah-mudahan kedepan akan ada pelatihan keterampilan bagi korban laka lantas yang mengalami cacat permanen. Bantuan dan support pemerintah tentu sangat dibutuhkan," jelas Kapolres.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres OKI AKP Polin Pakpahan, SIk menambahkan keberadaan komunitas korban kecelakaan lalu lintas ini diharap dapat menjadi motivator pada media massa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.

"Angka korban lakalantas di OKI cukup tinggi sehingga adanya rumah singgah. Tujuan akhir dibangunlah rumah singgah ini adalah untuk membantu korban lakalantas dan menjadikan mereka pelopor dalam keselamatan berlalu lintas," kata Kasat.

Salah satu korban lakalantas yang kehilangan tangan kanannya, Ki Agus Dungcik, warga Cokro Aminoto berharap kejadian yang menimpanya ini tidak terjadi kepada warga lain karena akibat kecelakaan pada tahun 2001 lalu membuat dirinya kehilangan pekerjaan sehingga tidak bisa memberikan nafkah kepada keluarga.

"Waktu itu saya sedang tertidur pulas didalam bus dengan tangan berada didekat jendela mobil. Saat terbangun rupanya tangan saya sudah putus akibat lakalantas,"ucap pria berusia 62 tahun ini. (Iyan)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi