Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Erizal Wandi     Tanggal : 23 Mei 2018 16:47     Dibaca: 359 Pembaca

Kontraktor Prabumulih Keluhkan Proses Lelang Proyek Terbuka

Sejumlah kontraktor lokal Prabumulih saat mengajukan laporan pengaduang yang ditujukan ke Kapolres Prabumulih

# Diduga Ada Pelanggaran Dalam Proses Lelang Proyek Prabumulih, Detik Sumsel - Puluhan kontraktor lokal asal Kota Prabumulih merasa resah. Pasalnya, mereka tidak bisa mengikuti proses lelang tender proyek terbuka melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) milik Pemerintah Kota Prabumulih. Tentu saja hal tersebut menjadi tanda tanya besar bagi para pelaku proyek di Kota Nanas ini. Sebab selama ini proses tender lelang proyek yang mereka ikuti berjalan dengan lancar. Sehingga ada dugaan proses lelang proyek terbuka kali ini diindikasikan ada unsur kecurangan. Untuk itulah, para kontraktor tersebut mendatangi Mapolres Prabumulih guna mengajukan surat pengaduan yang dilayangkan langsung kepada Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK. Dalam surat pengaduan tersebut mereka meminta agar lelang proyek yang ada di ULP Pemkot Prabumulih dibatalkan lalu kemudian di tender ulang. Ketua Gapensi Kota Prabumulih, Suherli Berlian menjelaskan, adanya indiskasi kecurangan dalam lelang proyek itu terjadi lantaran mereka tidak bisa masuk dalam proses pelelangan. Sementara hasil lelang tiba-tiba sudah dimenangkan oleh pelaku proyek lain. "Saya dan teman-teman lain tidak bisa masuk dalam proses lelang tender. Kami hanya bisa masuk sebatas pendaftaran. Tiba-tiba pemenang lelang sudah ditentukan. Ini ada apa? Tentunya ada permainan dalam proses lelang tender ini," ujar Suherli saat dibincangi wartawan, Rabu (23/05). Tak hanya melayangkan surat pengaduan kepada Kapolres Prabumulih, pihaknya juga melayangkan surat pengaduan ke Kepala Dinas PU Pemkot Prabumulih Ir Ardi Supratman serta ke LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) di Jakarta. "Kita di sini ingin menuntut kejelasan dari pihak penyelenggara khususnya Pemerintah Kota. Dimana letak keterbukaan informasi itu kalau prosesnya seperti ini. Pastinya sudah ada permainan dalam proses lelang tersebut. Oleh karena itu kami menuntut proses lelang dibatalkan semua lalu di tender ulang," katanya. Pria yang akrab dipanggil Chalik menuturkan, salah satu indikasi kecurangan yang secara nyata terlihat yakni petugas ULP memaksakan tahapan lelang pada pekerjaan pembangunan lanjutan Jalan Tebing Tanah Putih, Kelurahan Patih Galung dengan nilai HPS Rp 500.168.250 mempunyai bill of quanity (RAB) yang sama dengan pekerjaan pembangunan Jalan Tebat dan Jalan Umum RT 05 RW 02 Desa Pangkul, Kecamatan Cambai dengan nilai HPS Rp 428.718.500.00. "Kondisi demikian menunjukkan petugas ULP diduga kuat melanggar pasal 6 peraturan presiden (Prores) No 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Jadi disini jelas terindikasi terjadinya pelanggaran proses lelang," tegasnya. Menanggapi surat pengaduan itu Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH melalui Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto SH MH mengatakan, pihaknya tetap menerima pengaduan dari masyarakat. Hanya saja pihaknya belum bisa menerima pengaduan tersebut sebagai laporan polisi. "Saat ini masih kita pelajari dahulu, kalau memang ada unsur pidananya nanti akan kita tindak lanjuti. Yang pasti pengaduan ini tetap kita terima dan kita telaah lebih lanjut lagi," pungkasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi