Diposting oleh : Butet Kertaradjasa     Tanggal : 03 Mei 2017 13:25     Dibaca: 215 Pembaca

Kopertis Ngeluh Ada Guru SD Ngajar di UT

Kopertis Wilayah II serta pihak PTN dan PTS melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama anggota DPR RI Komisi X di aula Kopertis Wilayah II Sumbagsel-Babel, Rabu (2/05).

Palembang, Detik Sumsel- Keberadaan Universitas Terbuka (UT) menuai pro-kontra dari banyak pihak, sebagian pihak menilai UT sangat membantu untuk proses pembelajaran jenjang perguruan tinggi bagi kalangan pegawai dan kalangan akademisi dan praktisi menilai sistem perkuliahan UT tidak jelas dan membingungkan.

Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Sumbagsel-Babel, Prof Dr Slamet Widodo MS MM mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Bangka pihaknya menemukan adanya guru SD yang mengajar di Universitas Terbuka di Bangka. "Ini membuat kami khawatir, masak bisa-bisanya guru SD menjadi dosen di Universitas," ungkapnya di sela Rapat Dengan Pendapat Bersama anggota DPR RI Komisi X di aula Kopertis Wilayah II, Rabu (2/5).

Dikatakan, banyak persoalan UT yang membingungkan terutama persoalan rasio dosen dan mahasiswa yang tidak selaras. "Sistem perkuliahan tidak jelas, kami berharap supaya UT ini nantinya menjadi perhatian anggota DPR RI untuk sistem perkuliahannya diperbaiki," terangnya.

Hal senada dikatakan Ketua APTISI Sumbagsel-Babel, Drs Muhamad Helmi MS. Ia mengatakan, sistem perkuliahan UT harus dikaji lagi dan proses penerimaan mahasiswa baru UT harus diawasi. "Kalau rasio dosen dan mahasiswanya tidak berkecukupan tentu harus ditindak," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ferdiansyah menyebutkan pihaknya akan mengklarifikasi sistem perkuliahan UT. "Laporan-laporan ini akan kami rapatkan, tentu ini menjadi perhatian kita bersama. Miris juga rasanya kalau ada guru SD yang bisa mengajar di UT," imbuhnya.

Ia menambahkan, seluruh pengaduan dan keluhan dari pihak perguruan tinggi ini akan menjadi bahan DPR RI untuk dilakukan evaluasi. "Kami akan berkoordinasi dengan Menristek-Dikti, supaya nanti akan ada jalan keluar, terlebih soal proses penerimaan mahasiswa baru di lingkungan PTN dan PTS," pungkasnya.(tet)    

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi