Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 04 Juli 2018 23:03     Dibaca: 272 Pembaca

KPU Tolak Protes Saksi Buya Husni - Supartijo

Ismail Fauzi saksi Buya Husni - Supartijo protes soal Pilbup sedangkan KPU masih rekap Pilgub

Pangkalan Balai, Detik Sumsel - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuasin menolak protes yang dilayangkan saksi paslon Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin Nomor urut 3 Buya Husni-Supartijo, Ismail Fauzi dan Adnan Abdul Somad dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi KPU Banyuasin, Rabu (4/7).

Penolakan KPU ini, karena aksi protes tersebut bukan pada tempatnya, mengingat KPU belum melakukan perekapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin namun masih melakukan rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel. Lantaran protesnya tidak diakomodir, akhirnya kedua saksi ini meninggalkan kantor KPU Banyuasin.

"Kita tidak bisa akomodir, karena protes yang mereka sampaikan pada saat kita melakukan rekapitulasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, maka kami nilai bukan pada tempatnya mengingat protes mereka terkait pemilihan Bupati, "kata Ketua KPU Banyuasin Dahri.

Selain itu juga jika memang terjadi pengelembungan suara seharusnya dilaporkan terlebih dahulu Ke Panwaslu Banyuasin dan datanya disampaikan ke KPU bukan di pleno seperti saat ini.

" Mereka walk out bagi kami hal biasa, karena memang bukan giliran saksi calon Bupati akan tetapi giliran saksi calon Gubernur" terangnya.

Terkait protes mereka ada penggelembungan suara di 14 Kecamatan Lanjut Dahri hal itu tidaklah benar mengingat  baik Panwaslu maupun KPU belum menerima laporan atau data tentang kecurangan tersebut.

"Kalau ada kecurangan kenapa ngak dilaporkan, ini menjadi tanda tanya dan baik KPU maupun Panwaslu belum menerima laporan terkait hal ini, "tandasnya.

Sebelumnya, Saksi Pasangan calon no 3 Buya-Supartijo, Ismail Fauzi menuding ada 14 Kecamatan yang terjadi pengelembungan suara calon Bupati dan wakil Bupati Banyuasin diantaranya Kecamatan Air Saleh dan kecamatan Banyuasin III sehingga mereka minta kroscek data.
       " Data yang kami himpun ada dugaan pengelembungan suara. Tidak perlu jauh-jauh seperti contoh yang terjadi di Kecamatan Banyuasin III tepatnya Desa Tanjung Kepayang, jumlah DPT 335 namun yang memilih 513 yang menjadi pertanyaan datang surat suara tersebut dari mana, kalau bakan dari KPU." tegasnya.

Dari itu sambung Ismail. Lebih baik dirinya tidak menyaksikan dari pada harus mendengar adanya kepalsuan."Data kami dapat dari C1KWK dan itu jelas di 14 kecamatan terjadi kecurangan"pungkasnya.

Namun dari data yang dihimpun detik sumsel, Di Desa Tanjung Kepayang jumlah ada dua TPS,  DPT di TPS 1 : 275 dan TPS 2 : 335 dengan total DPT 610.(Faz)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi