Selamat Hari Pers Nasional 2018
Sukseskan 48 Pilkades Serentak di Kabupaten Banyuasin menggunakan e-Voting
Diposting oleh : Fazds     Tanggal : 01 Oktober 2017 06:39     Dibaca: 321 Pembaca

Kunjungi SDN 9 Tajaraya, Jufriady Ingatkan Bahaya Permen Narkoba

Anggota Komisi IV DPRD Banyuasin Jufriady saat mengunjungi SDN 9 Desa Taja Raya II Kecamatan Betung

Banyuasin,Detiksumsel - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyuasin Jufriady, Sabtu (30/9/2017) mengunjungi SDN 9 Desa Taja Raya II Kecamatan Betung. Kedatangan politisi PDI Perjuangan ini dalam rangka menyerap aspirasi dan sekaligus pengawasan atas tugas barunya sebagai anggota Komisi IV yang membidangi pendidikan.

Didepan ratusan anak-anak SD ini, Jufriady mengingatkan agar hati-hati dengan permen yang mengandung narkoba, yang saat ini banyak beredar di kantin-kantin sekolah, dan warung.

"Kalau jajan jangan sembarangan, terutama jajan permen harus hati-hati karena sekarang ada permen yang mengandung narkoba,"katanya.

Kalau mengkonsumsi permen ini terang Jufriady maka akan mempengaruhi kondisi anak. "Namanya saja mengandung narkoba,artinya sangat tidak baik untuk tumbuh kembang anak-anak. Jadi hati-hati dan saya berharap pihak sekolah turut untuk mengawasi,"katanya.

Dalam kesempatan ini juga, Pengusaha bengkel motor ini juga memberikan arahan kepada anak anak SD agar rajin belajar dan kejarlah cita-cita setinggi-tingginya.

"Zaman makin maju,teknologi makin canggih, jadi anak-anak harus mampu bersaing. Kuncinya belajarlah dengan giat, memiliki berbagai keahlian agar bisa bersaing,"katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 9 Desa Taja Raya II, Juriah SPd menyambut baik kunjungan anggota DPRD Banyuasin tersebut. "Atas nama sekolah,kami sangat senang dan berterima kasih atas kunjungan pak Jufriady anggota Komisi IV DPRD Banyuasin,"katanya.

Juriah juga sempat menyampaikan usulan agar di SD ini bisa dipagar (pemasangan pagar), karena dana belum ada, sedangkan dana BOS tidak boleh digunakan seperti untuk pemagaran sekolah.

"Sebab dana BOS hanya bisa untuk perehaban, sedangkan luasannya 1 hektar lebih, jadi kami mohon solusinya," kata Juriah didampingi guru Rusmiyadi.

Ada lagi permasalahan yang lain, lanjut Juriah, sebagian halaman sekolah SD ini di belakangnya di jadikan warga untuk menanam kebun sawit dan sudah pernah di laporkan ke kades setempat tapi sampai saat ini permasalahannya belum juga selesai. Sementara kebun sawit yang di tanam di belakang halaman sekolah itu sudah di pindah tangan jual belikan dari warga ke warga yang lain.

Tidak hanya itu, Juriah juga menyampaikan terkait kartu KIP yang menerimanya tidak tepat waktu, contoh ada anak sekolah dari kelas 3 SD sampai tamat KIP nya belum turun. Setelah tamat dana KIPnya baru turun.

"Nah disinilah para guru jadi sasaran para wali murid katanya guru selama ini menerima dana KIP itu dan tidak di bagikan pada siswa.itu salah satu yang menjadi keluhan kami para guru disini,"katanya.

Jufriady akan menyampaikan persoalan ini ke pimpinan Komisi IV dan dibahas bersama mitra keja OPD Pemkab Banyuasin untuk dicarikan penyelesaiannya.

"Soal pagar sekolah nanti kita usulkan ke Pemkab Banyuasin untuk di bangun,"katanya.

Begitu juga terkait halaman sekolah yang di tanami sawit tentu ini bentuk penyerobotan dan melawan hukum. "Halaman sekolah, artinya tanah milik pemerintah. Jika ditanami sawit dan dijual belikan itu bentuk penyerobotan dan melanggar hukum. Maka perlu tindakan tegas dari OPD terkait Pemkab Banyuasin,"katanya.

Terkait KIP, lanjut Jufriady nanti akan di koordinasikan ke Dinas Pendidikan mengapa bisa terjadi seperti ini. (Faz)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi