Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 18 Juli 2017 21:51     Dibaca: 163 Pembaca

Kunker Pangdam Kapolda Bermisikan Jaga NKRI

Istimewa

Pagaralam, Detik Sumsel – Kunjungan kerja (Kunker) Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI AM Putranto S.sos bersama Kapolda Sumsel Irjend Pol Agung Budi Marianto ke Kota Pagaralam, kemarin (18/7) disambut hangat Walikota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Mkes dirumah dinas Komplek Perkantoran Gunung Gare.

Pada kesempatan tersebut, kunker para Jenderal bintang dua didampingi Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Asep Suhendar berserta rombongan tak lain bermisikan jaga keutuhan NKRI. Yang mana, usai penyambutan berlanjut pemberian arahan sekaligus tatap muka tatap muka bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, SKPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, bertempat di aula SD Negeri 74 pukul 16.00 Wib.

Pangdam II Sriwijaya Mayjend TNI AM Putranto Ssos dihadapan jajaran Polri dan TNI berserta Fokopimda menyampaikan, Indonesia merupakan negeri yang kaya dengan sumber daya alam (SDA) sehingga menjadi incaran negara adidaya.  Oleh karenanya menjadi sasaran agar bangsa kita terpecah, berbagai cara dilakukan. Diantaranya masuk paham radikal salahsatunya ISIS, hingga masuknya peredaran narkoba yang menjadi jadi sasaran anak bangsa.

“Sengaja kunjungan kali ini, dilakukam bersama bapak Kapolda Sumsel. Kunjungan bukan sekedar show of force, malainkan keinganan kami untuk menjaga kesatuan negara kita,” kata Pangdam.

Ancaman ISIS, singgung Pangdam, berisi ajaran radikal, dimana membunuh dihalalkan dengan jaminan surga. “Kita minta kepada masyarakat jangan mudah terjerumus dengan paham tersebut (ISIS, red),” lanjutnya.

Hal ini tentunya, lanjut dia bukan hanya menjadi tugas Polri dan TNI namun juga elemen masyarakat. “Kalaupun ada hal yang aneh mencurigakan disekitar lingkungan tempat tinggal kita, untuk segera dilaporkan. Karena longgarnya pengawasan di lingkungan kita, menjadikan Indonesia surga teroris bersarang,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kapolda Sumsel Irjend Pol Agung Budi Marianto, dirinya menyoroti paham radikal (ISIS, red), belum lama ini Polda Sumsel berhasil meringkus salahsatu simpatisan ISIS di Kota Palembang. Jika tidak waspada, masyarakat  bisa ikutan terlibat. Meningat banyak informasi melalui paham radikal bisa diakses melalui situs internet atau medsos. “Kita sepakat NKRI harga mati, Bhenika Tunggal Ika,” katanya.

Selain menjadi tugas Polri, namun tidak bisa berkerja sendiri, kata Kapolda. Disinilah elemen masyarakat berperan turuk mendukung tugas Polri. Seperti,  peran para ulama, tokoh agama dan masyarakat untuk memberikan pemahaman mengenai paham radikal kepada masyarakat jangan sampai terlibat.

Selain itu juga, ancaman peredaran narkoba harus ada peran aktif elemen masyarakat. “Ancaman peredaran narkoba tidak hanya di perkotaan saja, namun sudah merambah ke desa-desa,” ungkap Kapolda seraya mengingatkan jika seseorang seseorang kecanduan, maka segala cara akan dilajukan untuk mendapatkan narkoba. Termasuk, melakukan aksi kejahatan sekalipun. Karenanya, faktor kesempatan dengan  maraknya hiburan orgen tunggal menjadi celah peredran narkoba dan harus menjadi perhatian serius.

Ditambahkan Walikota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Mkes, menyambut baik kunjungan pertama kalinya kapolda dan Pangdam yang kompak kunker bersama-sama ke Pagaralam. “Kami didaerah sangat perlu arahan mengenai kondisi ancaman konflik di Indoneesia termasuk di Kota Pagaralam. Kendati Pagaralam dinilai aman dan kondusif namun tetap perlu dukungan TNI Polri untuk menjaga situasi kamtib,” katanya. (Gud)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi