Diposting oleh : AMS     Tanggal : 04 September 2017 08:28     Dibaca: 194 Pembaca

Kutuk Kekejaman Militer Myanmar, Hafisz Minta Presiden Lakukan Tindakan Aktif

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Ir Hafisz Tohir. 

Palembang, DetikSumsel- Kekerasan rezim militer Myanmar terhadap etnis minoritas Rohingya terus menuai kecaman. Kali ini pernyataan tegas dilontarkan oleh anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Ir Hafisz Tohir. 

Wakil rakyat dari Dapil Sumsek ini, mengutuk keras rezim Myanmar dan memeinta pembantaian etnis harus segera dihentikan. 

"Saya juga meminta kepasa Presiden sebagai panglima tertinggi RI untuk melakukan upaya dan berperan aktif dalam penegakan HAM sesuai dengan mukaddimah UUD 1945," pinta Hafisz. 

Wakil ketua komisi XI DPR RI ini mengingatkan langkah Presiden Soeharto yang berperan aktif dalam perdamaian Bosnia Sarajevo, pertikaian Afrika Tengah-Kongo dan berperan aktif dalam ASEAN bahkan selalu di depan

"Begitu juga Presiden Soekarno selalu berada di depan ketika terjadi masalah HAM, ini mencerminkan bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar," katanya. 

Diberitakan, lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine, Myanmar, yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya. Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.

Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh. 

Konflik itu dipicu bentrokan antara militer Myanmar dengan militan lokal yang disebut sebagai Pasukan Penyelamat Arakan Rohingya (ARSA). Kelompok itu mengklaim bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap sejumlah pos keamanan Myanmar di Rakhine. 

Seperti dilansir Reuters, Minggu (3/9/2017), otoritas Myanmar menyalahkan ARSA atas aksi pembakaran rumah-rumah warga sipil di Rakhine itu. Militer Myanmar menegaskan pihaknya menggelar operasi militer di Rakhine untuk memusnahkan ARSA. 

"Total 2.635 rumah dari desa Kotankauk, Myinlut dan Kyikanpyin dan dua distrik di Maungtaw dibakar habis oleh teroris ekstremis ARSA," sebut surat kabar nasional Myanmar, Global New Light of Myanmar, dalam laporannya. (Dul/Net)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi