Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Chandra Adhitya     Tanggal : 10 Januari 2018 18:50     Dibaca: 351 Pembaca

Lurah dan Kades Diminta Aktif Imbau Larangan OT Malam Hari

Suasana sosialisasi larangan OT malam hari di Aula Kantor Camat Tebing Tinggi, Rabu (10/1).

Empat Lawang, Detik Sumsel- Puluhan Kades dan Lurah memadati Aula Kantor Camat Tebing Tinggi, guna mengikuti Sosialisasi Larangan beroperasinya Organ Tunggal (OT) di malam hari, Rabu (10/1).

Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kapolsek Tebing Tinggi, Camat Tebing Tinggi dan Perwakilan dari pihak Danramil, KUA Tebing Tinggi serta turut hadir juga sejumlah pelaku usaha Organ Tunggal yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Dalam kesempatannya Camat Tebing Tinggi Suan Amri menyampaikan hasil Surat Keputusan Bersama (SKB) yang sebelumnya sudah di tanda tangani Bupati Empat Lawang beserta Kapolres, Dandim, Kejari, dan juga Dinas Kementrian Agama Kabupaten Empat Lawang , kepada seluruh Kades dan Lurah serta para pemilik OT yang hadir.

"Jangan sampai nanti ada warga yang masih melanggar aturan dalam SKB ini, apalagi sampai menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan, karena pihak kecamatan dan kepolisian tidak mengizinkan untuk mengelar OT di malam hari tersebut," imbuhnya.

Suan Amri juga menegaskan kepada para Kades Dan Lurah yang hadir untuk menghimbau para masyarakatnya, agar mematuhi larangan ini, demi menciptakan Keamanan dan Ketertiban dalam setiap lingkungan masyarakat.

"Tolong hal ini benar-benar di sampaikan dengan warganya masing-masing, dan satu lagi untuk perbanyak komunikasi dan kordinasi dengan pihak Babinsa dan juga Babinkamtibmas yang ada di desa," ujarnya.

Ditempat yang sama Kapolsek Tebing Tinggi Kompol Hardiman sebagai penegak hukum mengatakan agar tindak preventif bisa dilakukan oleh setiap kepala desa terhadap warga, agar tindak kejahatan yang mungkin saja dapat terjadi dapat terhindar.

"Cegahlah kejahatan dimulai dari hal kecil, seperti hiburan malam (OT) ini yang sering kali diiringi dengan musik-musik keras ditambah dengan mabok-mabokkan, ini adalah proses mengarahnya tindak kriminal, bisa saja terjadi keributan, pembunuhan, bahkan sampai ke pemerkosaan. Sehingga harus berurusan dengan hukum pidana. Kita tidak menginginkan yang seperti ini terjadi di masyarakat Empat Lawang," jelasnya.

Ditambahkan juga oleh Pihak Dinas Kementrian Agama Empat Lawang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kelala KUA Tebing Tinggi Supandi mengatakan dampak dari segi Spiritualnya akan menimbulkan sisi negatif.

"Tidak akan ada faedahnya, malah akan mendekatkan diri kejurang kemaksiatan, lebih baik diganti dengan hiburan yang ada manfaatnya, mengaji berqasidah dapat dilakukan sebagai hiburan di malam hari," tuturnya.

Di akhir acara sosialisai dalam rangka larangan OT dimalam hari ini disampaikan juga oleh Danramil Tebing Tinggi Kapten Sudiyono kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam mengajak kebaikan,karena keamanan bukan hanya ditangan pihak kepolisian ataupun koramil. Namun merupakan tanggung jawab bersama baik pihak pemerintah dan juga seluruh masyarakat itu sendiri.

"Hiburan semacam OT inikan bisa dilakukan di siang hari saja, tidak perlu di malam hari. Marilah kita jaga bersama-sama keamanan dan ketertiban di Empat Lawang ini, saling bahu-membahu untuk menciptakan situasi yang kondusif," tandasnya. (cha)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi