Iklan Lucianty Pahri
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : AMS     Tanggal : 27 Februari 2018 20:12     Dibaca: 336 Pembaca

Mahfud: Empat Pilar Demokrasi Paling Sehat Adalah Pers

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Moh Mahfud MD saat menjadi pemateri dalam sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara.

Bogor, Detik Sumsel- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Moh Mahfud MD menyebut media merupakan pilar demokrasi paling sehat di negeri ini. Peran pers sehat inilah yang membuat bangsa mampu berdemokrasi seperti sekarang ini. 

Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD saat menjadi pemateri dalam sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara bagi media wartawan se-Indonesia yang diselenggarakan oleh MKRI di gedung Pusdik Pancasila dan Konstitusi, Bogor, Selasa (27/2).

"Begitu penting perannya Pers ini, saudara punya tegas besar. Menegakkan konstitusi dalam bernegara," kata Mahfud. 

Ia menyebutkan alasan kenapa pers paling sehat, sebab eksekutif, legislatif dan yudikatif sudah mulai digerogoti. Sebagaimana diketahui, legislatif misalnya mulai dari pusat sampai daerah menjadi langganan KPK. "Begitu juga dengan eksekutif, bupati, gubernur, dirjen, dan menteri sama," katanya.

Bagaimana dengan yudikatif? Guru besar hukum tata negara UII Yogjakarta ini malah menyebutkan lebih parah, sebab bukan rahasia umumlagi menjadi tempat jual beli perkara. 

"Makanya saya menganjurkan kalau punya masalah jangan ke Pengadilan, nanti diperas sampai habis oleh mafia pengadilan, saya lebih menyarankan saudara tidak berperkara," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui jika pers memang memiliki tantangan politik kepentingan, namun ia mengatakan hal tersebut tidak terlalu banyak, bahkan banyak salahnya. 

"Tarolah saya miliki TV pandangan saya, tapi TV lainkan tidak. Artinya gambaran sesungguhnya di masyarakat masih tergambar karena media dalam isu bersama tidak menyangkut politik semua sama, misalnya memeranfi korupsi. Atau ada pristiwa kebakaran, yang berbeda hanya satu titik saja," paparnya. 

Sementara dalam penyampaian materinya, Mahfud menjelaskan konstitusi sebagai penjabaran dasar negara. Karena dalam bernegara diikat aturan main disebut konstitusi ekspresi dari konstitusionalisme. "Substansi konstitusi itu dua, lainnya kalau ada tambahan. Yakni, perlindungan HAM dan pembatasan kekuasaan," jelasnya.  

Diketahui, sebanyak 144 wartawan dari seluruh Indonesia termasuk wartawan Detik Sumsel mendapat kesempatan mengikuti sosialisasi. Selain Prof Dr Moh Mahfud MD, pemateri lainnya wakil ketua MK Dr Anwar Usman, ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, pakar hukum Susi Dwi Harijanti Ph.D, Prof Dr Judhariksawan MH dan Dr Fajar Laksono serta pemateri lainnya. (Dul) 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi