Diposting oleh : Amin     Tanggal : 26 September 2017 11:13     Dibaca: 394 Pembaca

Massa Blokir Jalan dan Rusak Kantor Bupati

Suasana memanas di Muratara

Muratara, Detik Sumsel- Ratusan Masyarakat dari Forum Muara Rupit Lawang agung (Forula), Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), melakukan aksi demo di Kantor Bupati Muratara, Senin (25/09) sekira pukul 09.00 WIB.

Dalam aksinya mereka berharap untuk bertemu langsung dengan Bupati Muratara H. Syarif Hidayat. Namun, massa yang sudah lama menunggu belum juga bisa menemui bupati kecewa dan menjadi sedikit beringas dan berusaha menerobos masuk ke dalam kantor bupati. Sehingga sempat terjadi gesekan antara massa dan satuan polisi pamong praja (sat pol pp) Pemkab Muratara. Bahkan massa yang semakin panas melempari kaca dan pintu kantor Pemkab Muratara hingga pecah. Setelah itu massa melakukan penyegelan terhadap kantor bupati. Serta membubarkan para pegawai yang sedang bertugas. Sehingga aktivitas perkantoran hari ini lumpuh total.

Kemudian sekira pukul 13.33 WIB massa yang sudah tidak tahan menunggu kepastian untuk bertemu dengan bupati akhirnya melakukan pemblokiran jalan lintas Sumatera (jalinsum) dengan membakar ban, memportal jalan dengan rambu-rambu  jalan yang ada di sekitar kantor bupati muratara.

Koordinator Lapangan Servin Putra mengatakan 29 April 2013 adalah sejarah tidak dapat terlupakan akan pembentukan Bumi Berselang Serundingan, sehingga menelan korban jiwa warga Lawang Agung Muara Rupit.

"Karena ini kami Masyarakat Muara Rupit dan Lawang Agung belum merasakan pembangunan yang sesungguhnya di wilayah Ibukota Kabupaten."

Dilanjutkanya, dirinya menyampaikan tuntutan masyarakat Desa Lawang Agung-Muara Rupit Agar PDAM untuk segera berfungsi dan mengalir kerumah-rumah masyarakat pada 2018 paling lambat, segera merevitalisasi pasar lawang agung pada 2018, segera melakukan pelunasan ganti rugi lahan 235 H pada tahun 2017, meminta pihak exsecutif dan legislative untuk tidak merevisi UU No.16 tahun 2013 pasal 7.

Selain itu, menagih janji Bupati agar seluruh kepala SKPD atau OPD brdomisili atau menetap di Muratara, pembangunan masjid agung ahrus di Ibukota Muratara dan segera membangun monumen perjuangan rakyat Muratara untuk mengenang pemekaran Muratara.

Sementara Asisten 3 pemkab muratara Alwi Roham mengatakan dalam aksi tersebut warga menyegel kantor bupati sementara aktivitas Tidak dapat di lakukan dan staf-staf di sekretariat dari pada terancam keselamatan beliau suruh pulang dan sebagian sudah pulang. 

“Untuk tuntutan masa sendiri mereka ingin bertemu dengan bupati, tetapi walaupun tidak ada dikantor kita masih tetap memantau‎.”pungkasnya. (ffa)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi