Detik Sumsel Goes to Campus
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Puji     Tanggal : 04 Januari 2018 17:22     Dibaca: 295 Pembaca

Melawan Saat Akan Ditangkap, Bandar Sabu Tiga Kilogram Ini Didor

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Wakapolres AKBP Prasetyo dan Kasat Narkoba Kompol Ahmad Akbar

Palembang, Detik Sumsel -- Prestasi gemilang kembali diukir oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang, karena berhasil membekuk satu bandar  narkoba jenis sabu seberat tiga kilogram senilai 3,6 miliar yang disembunyikan didalam rumahnya.

Diketahui sang bandar Fernades alias Andes (39), warga Jalan Mesjid Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang ini ditangkap Selasa (2/1/2018) , sekitar pukul 17.00. Karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap tersangka pun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, di betis kiri dan kanannya.

"Pelaku sudah menjadi Target Operasi (TO) dan memang sudah lama kita incar, tersangka ini ditangkap berdasarkan dari hasil pengembangan tangkapan dua bulan lalu,"kata Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, didampingi Waka Polresta, AKBP Prasetyo dan Kasat Narkoba, Kompol A Akbar.

Dijelaskan perwira menengah Polri ini, saat hendak dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan, petugas sudah memberikan tembakan keudara tapi tidak dihiraukan oleh tersangka dan terpaksa di berikan tindakan tegas.

"Selain mengamankan tersangka barang bukti yang turut diamankan berupa, 1 unit handphone, 1 timbangan digital besar, 3 kg, dan 1 buat tas koper,"jelasnya.

Ditegaskannya, Polresta Palembang berkomitmen dalam memberantas peredaran narkoba di kota Palembang serta tak segan-segan memberikan tindakan tegas, jika saat penangkapan pelaku memberikan perlawanan.

"Berdasarkan pengakuan tersangka barang ini berasal dari Jakarta dan jaringan berada di Jakarta. Meski begitu akan terus dilakukan pengembangan dari mana sebenarnya barang ini berasal termasuk berkoordinasi dengan pusat,"terangnya.

Atas ulahnya, pelaku akan diancam pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 dengan ancaman hukuman mati.

Sedangkan, Andes ketika digiring petugas untuk mengikuti gelar perkara, hanya bisa tertunduk lesu. Karena menahan sakit akibat betis kaki kiri dan kanannya ditembus peluru petugas," Baru satu kali pak. Barang ini titipan orang. Kalau mau tanya - tanya saya lihat saja di BAP sana," Ungkap terlihat lemas memakai baju tahanan.(oji/Vot) 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi