Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 18 Agustus 2017 13:48     Dibaca: 283 Pembaca

Memulai Karir dari Bawah, Ini Segudang Prestasi Cawako H Wijaya

Cawako, Haji Wijaya Siap Mewujudkan Palembang Berjaya 2023

KARIR H Wijaya tidak tiba-tiba muncul begitu saja. Sebagai seorang pemimpin ia lahir dan merintis dari bawah. Modal inilah yang mengantarkannya menjadi sosok yang sangat diperhitungkan dalam konstalasi Pilkada kota Palembang 2018 nanti. Terlebih, ia mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat untuk mewujudkan Palembang Berjaya 2018-2023 mendatang. Apa saja prestasi sosok pemimpin yang dinilai Intelektual, Professional dan Religius ini? Berikut liputannya. 

SEJAK awal tahun 80-an, Haji Wijaya sudah aktif di berbagai kegiatan organisasi kepemudaan, seperti Angkatan Muda, Pembaharuan Indonesia (AMPI), Karang Taruna, KOSGORO, Pemuda Panca Marga (PPM). “Di organisasi kepemudaan inilah mental memimpin dan jiwa leadership saya terasah,” kata Wijaya saat dibincangi wartawan DetikSumsel, Jum’at (18/8).

Kekritisan Wijaya juga sudah tampak ketika menjadi ketua SEMA Fakutas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang (sekarang UIN Raden Fatah Palembang) dan Mahasiswa Pascasarjana di Universitas Indonesia (UI). “Salah satunya, membentuk Laboratorium Dakwah Mahasiswa (LDM), yang menjadi cikal bakal terbentuknya Fakultas Dakwah di IAIN Raden Fatah Palembang,” terangnya.

Tidak berhenti sampai disitu, saat menajdi Kepala Pusat Penelitian IAIN Raden Fatah Palembang (2001-2004), tulisannya kerap mewarnai wajah media baik lokal maupun nasional, baik di bidang sosial, budaya, politik dan pendidikan yang memberi kontribusi besar bagi pembangunan IAIN Raden Fatah Palembang secara khusus dan Kota Palembang pada umumnya.

Profesionalitas H Wijaya

Karirnya sebagai dosen bisa dikatakan cukup cemerlang, beberapa Jabatan struktural sebagai PNS sudah dipegangnya seperti Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit), Pembantu Dekan II dan III, staff Ahli BAPEDA Kota Palembang dari tahun 2005 – 2010. Dalam jabatan professional ini, Haji Wijaya telah mengabdi dan mendarmabaktikan ilmu dan pengalamannya dalam membesarkan kampus IAIN Raden Fatah Palembang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, karena beliau yang menggagas dan mendirikan Jurusan Psikologi Islam di Fakultas Ushuluddin dan menjadi embrio terbentuknya Fakultas Psikologi Islam sebagai salah satu bagian dari terpenuhinya syarat pengajuan IAIN Raden Fatah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

“Pada akhir 80-an saya sudah mulai merintis Usaha yang bernaung dibawah dinas Koperasi dengan nama Koperasi Usaha Bersama Harapan Bangsa (KUBAHASA) yang bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Palembang. KUBAHASA bergerak di bidang jasa bekerjasama dengan beberapa BUMN dan BUMD yang ada dikota Palembang,” sebutnya.

Dengan kemajuan yang didapatkan, KUBAHASA berkembang dalam bidang pengerjaan sipil, pengadaan barang dan jasa, maka dibentuklah CV Grand Wijaya dan pada tahun 2007 menjadi PT. Grand Wijaya Persada yang bergerak dibidang jasa, property, pengadaan dan keagenan di beberapa BUMN dan BUMD di Indonesia. “Saat ini, lebih dari 500 karyawan yang sudah bekerja di PT.Grand Wijaya Persada di beberapa Provinsi di Indonesia,” kata Wijaya yang kini menjadabt Direktur Utama PT.Grand Wijaya Persada.

Beberapa terobosan inovatif yang telah dilakukan, diantaranya adalah pada tahun 2012, membangun Rumah murah (tanpa DP) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah cetak yang beliau bangun menjadi Rumah contoh nasional Kementrian Perumahan Rakyat (KEMENPERA) sampai sekarang. “Saya juga yang menjembatani terbangunnya kerjasama antara POLMAN (Politeknik Manufaktur Negeri) Bandung dengan PT.PLN Persero dalam bidang Operating and Maintening (OM) serta pengadaan dan efisiensi pembangkit yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Sosok Pemimpin Religius

Haji Wijaya adalah sosok religius yang perhatiannya dengan fasilitas dan rumah ibadah cukup tinggi. Di Palembang ada beberapa Masjid dan Musholla yang telah beliau bangun dan dirikan. Di beberapa Musholla dan Masjid beliau diminta menjadi Pembina dan penasehat. “Kini saya juga menajdi Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Modern Terpadu Nurul Qomar Palembang yang bertempat di Jalan Perintis Kemerdekaan Lrg. Langgar Damai No.706 Kel.007 RW.006 Kelurahan Lawang Kidul Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang Sumatera Selatan sejak 1989,” ungkapnya.

Atas sejumlah prestasi dengan kualitas dan kemampuan yang terukur tersebut, Pria kelahiran Jakarta 30 September 1964 ini mendapat desakan dan dorongan kerabat dan tokoh masyarakat untuk maju sebagai calon walikota Palembang. “Selama ini saya di balik layar saja, selama dua periode kepemimpinan pak ESP saya yang mengiplementasikan konsep dan program pembangunan kota Palembang. Inilah kenapa saya bilang Palembang seharusnya bisa lebih maju, sekarang kita harus tampil untuk membenahinya, siapa lagi,” kata pria yang sehari-hari sebagai Dosen Tetap Sosiologi di UIN Raden Fatah Palembang ini.

Ayah tiga anak ini menuturkan, jika ia diamanahkan menjadi walikota Palembang, maka sejumlah program strategis sudah disiapkan. Diantaranya hal utama yang dilakukan adalah perwujudan birokrasi melalui clean government dan good government. “Bagi saya unsur aparatur ini menjadi utama, karena letak pemerintahan yang baik ini dimulai dari layanan yang baik dan prima,” terangnya.

Tidak hanya itu, untuk mengatasi pengangguran yang masih belum seimbang dengan pesatnya pembangunan kota, ia bertekad membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya dan mengedepankan ekonomi kreatif bagi masyarakat agar angka kemiskinan terus menurun sesuai dengan standar nasional. “Untuk membenahi kota ini, saya menargetkan 18 bulan. Jika tidak berhasil saya mundur. Berarti saya tidak mampu,” tegas Wijaya yang kini berjuang mengumpulkan dukungan maju melalui jalur independen ini. (Wira)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi