Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Wirangga     Tanggal : 05 Juli 2018 12:06     Dibaca: 781 Pembaca

Mengkhawatirkan! 55,6 Persen Mahasiswa di Sumsel Punya Potensi Radikalisme

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme ( FKPT), Dr Periansya MM

Palembang, Detik Sumsel - Fenomena radikalisme di kalangan mahasiswa relatif sangat besar dari aspek potensi ancaman di Provinsi Sumatera Selatan. Potensi ini terbilang cukup menghawatirkan lantaran data penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) tahun 2015, sebanyak 55,6 persen mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Sumsel, terdeteksi memiliki potensi radikalisme. 

"Potensi ini, selangkah lagi menuju aksi terorisme. Artinya, potensi itu dari rendah sedang menuju kuat," kata Ketua FKPT, Dr Periansya MM dalam seminar Literasi Digital oleh FKPT Sumsel di Ballroom Hotel Aryaduta, Kamis (05/07).

Tidak hanya itu, kata Peri, survei BNPT dan FKPT tahun 2017 di 5 Kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu Ogan Ilir, Prabumulih, Baturaja, Pagar Alam dan Lubuk Linggau menunjukkan 56 persen masyarakat memiliki daya tangkal atau memaklumi terhadap terorisme ini.

"Data ini kita gunakan untuk melakukan program-program pencegahan sejak dini. Tahun ini akan kita teliti lagi melihat progres sekaligus evaluasi" sambungnya.

Peri yang juga tokoh NU Sumsel ini melanjutkan, kecendrungan potensi Radikalisme di masyarakat lebih besar berpengaruh melalui kekerabatan yaitu keluarga serta media sosial.

"Kalau untuk mahasiswa, saya kira bisa dikatakan melalui pertemuan-pertemuan ataupun bisa juga melalui keorganisasian," tukasnya. 

Dulu Mulut Mu Harimau Mu, Kini Jari Mu Mengancam Mu

Inspektur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dr. Amrizal, MM menambahkan, untuk melakukan pencegahan terorisme dan radikalisme maka harus melibatkan semua elemen masyarakat.

"Terorisme ini selalu menghantui perjalanan bangsa, sejak orde baru, orde lama sampai saat ini, mereka bergerak dinamis mengatasi strategi lokal, nasional dan global. Makanya harus kita tangkal dan tolak," ajaknya. 

Dalam pergerakan dan aksinya, lanjut Amrizal, terorisme ini menghalalkan segala cara melalui media baik, nyata maupun maya untuk mempengaruhi, terutama generasi muda.

"Kalau dulu, mulutmu harimau mu. Sekarang jarimu bisa mengancam mu karena share informasi lewat gadget. Makanya harus kita lawan dan cegah dengan cara yang cerdas, tidak begitu saja menerima dan menyebarkan informasi. Cari penyeimbang dan tidak reaksional menjadi sumbuh pendek. Ya lebih simple nya saring sebelum sharing," tukasnya.

Hadir dalam seminar literasi tersebut, wagub Sumsel Ishak Mekki, kepala Kesbangpol Sumsel dan kota Palembang serta peserta berasal dari media, Komunitas media sosial dan mahasiswa. (Wira) 

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi