Diposting oleh : AMS     Tanggal : 17 April 2017 13:48     Dibaca: 456 Pembaca

Merakyat, Yani Siap Berkompetisi di Pilkada Muara Enim

Cabup Muaraenim, Ahmad Yani

AHMAD Yani tampil sebagai sosok politikus sekaligus organisatoris yang sederhana. Semenjak kuliah aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan hingga kini banyak organisasi yang dipimpinnya dan telah tercipta kader, pemimpin dan tokoh-tokoh baru.

Berikut, profil singkat politikus Demokrat yang kini menyiapkan diri untuk bertarung di Pilkada Muara Enim tahun 2018 nanti dengan tagline Merakyat (Muaraenim untuk Rakyat).

Ahmad Yani, menjadi legislator di DPRD Provinsi Sumatera Selatan selama 3 (tiga) Masa Bakti yakni 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019. Sebagai organisatoris yang rendah hati, ia juga telah berhasil membawa Partai Demokrat Muara Enim yang ditengah penurunan citra partainya masih memperoleh posisi penting sebagai Pimpinan Dewan di DPRD Muara Enim dan DPRD PALI.

Lahir tanggal 10 November 1965 ditengah bergejolaknya gerakan G30SPKI, dari ayah bernama H. Suratul Kahfie, SH Seorang Hakim Tinggi Agama dan Ibu Hj. Yus’a seorang pengusaha yang menapak bisnis dari usaha rumahan.

Lingkungannya berada dalam keluarga yang religi, sederhana dan mandiri, tinggal bersama dengan lima saudara lainnya yang beberapa kali pindah kota mengikuti penugasan ayahnya yang seorang hakim dan di masa kuliah dan sekolah ke-enam bersaudara ini, ayah dan ibunya bekerja keras untuk membiayainya hingga seluruhnya dapat menyelesaikan studinya.  Kemandirian Ahmad Yani sudah nampak semenjak duduk dikelas 2 SMP yang jauh dari kedua orangtuanya hingga menamatkan Sarjana S1-nya.

Pendidikan 

Ahmad Yani bersekolah di SD Negeri 3 Tanjung Karang pada Tahun 1971. Kemudian melanjutkan sekolahnya di SMP Negeri 2 Tanjung Karang tahun 1977 dan ditamatkan di SMP Negeri 6 Palembang Tahun 1981, kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Palembang dan studi sarjana S1-nya di Universitas Lampung pada tahun 1984, kemudian di Universitas IBA Tahun 1996 dan di Universitas Timbul Nusantara dengan bidang keilmuan yang berbeda yakni tanah, teknik sipil dan manajemen, lalu kesarjanaan S2-nya diperoleh di Program Pasca Sarjana MM Universitas Sriwijaya tahun 1996 dan saat ini masih dalam proses penyelesaian studi S-3 Doktoral Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta.

Ia berpandangan bahwa belajar itu harus dilakukan sepanjang hayat hidupnya karena ilmu yang bermanfaat bagi dia dan orang banyak menjadi amal ibadah sebagai bekal kita kelak. Untuk itulah berbagai macam studi pelatihan non-formal terus diikutinya juga studi formal ditingkat doktoral. Sebagaimana pesan orang tua ‘Tuntutlah ilmu sampai negeri China’.

Memulai Berbisnis

Selepas kuliah, Ahmad Yani langsung bekerja sebagai staf lapangan di perusahaan Kontraktor yang ditugaskan di Sepanjang Sungai Lematang dan Kawasan Semendo Muara Enim selama 2 tahun. Setelah itu bergabung dengan perusahaan Jasa bidang Konsultansi Manajemen Enjinering, yang awalnya di tahun 1990 ditugaskan sebagai Surveyor hingga berlanjut dipercaya memimpin beberapa perusahaan Jasa Konsultan Manajemen dan Enjineering lokal mau pun nasional.

Sebagai seorang Profesional banyak sertifikat yang dimiliki yakni AMDAL A dan B, Ahli Perencanaan Ruang dari BKPRN dan DPU, Ahli Pemberdayaan Masyarakat dari Bappenas & DEPDAGRI, Ahli Manajemen Proyek dari LPPM UNSRI, Ahli Manajemen Air Bersih dan Sanitasi dari DPU & Bappenas dan banyak lagi sertifikasi lainnya. 

Guna mendukung bisnis dan keahliannya, Ahmad Yani aktif di beberapa Organisasi Profesi dan Perusahaan seperti Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD), Anggota HPJI, IALI, IAMPI, PII, AILKI, CDS dan lain-lain.

Dipuncak karirnya sebagai pengusaha dan profesional, Ahmad Yani memimpin sekaligus 5 (lima) perusahaan Jasa Konsultansi Manajemen dan Enjineering baik sebagai Direktur Utama mau pun Kepala Cabang.

Keberhasilannya tak luput dari peran Istrinya yang bernama Ir.Hj. Sumarni, M.Si yang hingga kini bekerja sebagai PNS dan aktif di TP PKK Provins Sumatera Selatan dan dikarunia 3 Anak yang tertua Naufal Abdurrahman Zain Kuliah di Fakultas Hukum UNSRI, anak kedua Nada Nabilah Amani kuliah di Fakultas Kedokteran UNSRI dan putra ke-3 Naswan F. Ramadhan Zain Siswa di SMP Al Azhar.

Hijrah Ke Politik

Dunia pergerakan dan politik tidaklah asing bagi seorang Ahmad Yani, semenjak mahasiswa telah aktif di organisasi kemahasiswaan kemudian setelah tamat kuliah bergabung dengan partai politik. 

Partai Demokrat bentukan Pak SBY merupakan partainya yang ke-3. Diawali dengan ajakan bergabung oleh Pak Sarjan Tahir, kemudian bersama-sama dengan pengurus lainnya membentuk Partai Demokrat Se-Provinsi Sumatera Selatan dan Alhamdulillah lolos verifikasi sebagai partai politik peserta di Pemilu Legislatif Tahun 2004. 

Baginya, Pemilu Legislatif 2004 adalah awal hijrahnya sebagai politikus dengan terjun sebagai Calon Legislatif dan terpilih untuk yang pertama kali menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Daerah Pemilihan Muara Enim, Pali dan Prabumulih.

Semenjak menjadi Anggota DPRD, Ahmad Yani cepat menyesuaikan diri dengan 3 Fungsi Anggota DPRD yaitu Legislasi, Anggaran dan Pengawasan, dengan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan.

Yani menyakini dengan bekal ilmu yang dimiliki, pengalaman professional dan politikus serta pemahaman yang mendalam kondisi Geografi, Demografi, Budaya, Ekonomi, Infrastruktur, Sosial dan lainnya di Kabupaten Muara Enim, Pada Tahun 2018 ini akan mengikuti Kompetisi Pemilukada Kabupaten Muara Enim sebagai Bakal Calon Bupati Muara Enim.

Dalam Pemilukada Muara Enim 2018, Program yang diajukan Ahmad Yani adalah Muara Enim untuk RAKYAT atau disingkat MERAKYAT, yakni:

Energi untuk rakyat, energy yang yang bersumber dari potensi daerah dapat dimanfaatkan masyarakat sekitarnya.

Ekonomi Kerakyatan dan Kreatif, dengan program Pemuda desa berwiraswasta, desa pintar dengan produk andalan, pengadaan bibit, dukungan saprodi dan peremajaan pekebunan sawit dan karet, dan lainnya. 

Muara Enim yang Aman, Damai dan Agamis. 

Anak Yatim, Yatim Piatu dan Duafa Dibina hingga mandiri dan bantuan langsung kepada keluarga miskin.

Kesehatan mudah dan gratis serta pengadaan 1 ambulance setiap desa.

Aparatur memberikan layanan publik yang maksimal ke masyarakat

Pendidikan gratis dan kesejahteraan guru terjamin.

TOL Muara Enim – Palembang, Transportasi lancer dan terbuka jalan baru.

"Insya Allah, dengan niat ikhlas seluruhnya untuk Kepentingan Rakyat dan memohon Ridho Allah kami ikut kompetisi Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Muara Enim Tahun 2018 sebagai Calon Bupati. Mohon Doa dan dukungannya." pungkasnya. (Dul) 

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi