Diposting oleh : AMS     Tanggal : 06 November 2016 17:20     Dibaca: 1413 Pembaca

Merugi, Petani Ubi Racun Ngeluh Harga Panen Lebih Tinggi dari Harga Jual

Ubi Racun (Ist)

Palembang, Detik Sumsel- Harga ubi racun yang terus menurun membuat para petani ubi racun di Sumsel harus gigit jari. Janji menggiurkan akan tingginya harga ubi karet yang memaksa mereka beralih tani dari Karet dan Sawit harus dibayar mahal karena merugi. Meskipun sudah masuk waktu panen, petani tidak mendapatkan keuntungan karena harga memanen lebih mahal ketimbang menjual.

“Rugi bae kalau kito panen, dapat capek,” kata Erwin petani Ubi Racun di Kecamatan Plakat Tinggi, Sungai Lilin Kabupaten Muba kepada detiksumsel.com, Minggu (06/11).

Erwin dan warga sekitar Muba yang beralih dari Petani Prekebunan Sawit kini hanya bisa mengerutkan kening kepala. Sebab, ratusan bahka ribuan hektar lahan Ubi Racun kini tidak bisa menghasilkan. “Sekarang harganya 600 rupiah sekilo, kalau di pabrik hanya Rp400. Mana mau untung,” sesal Erwin yang mengaku memiliki 14 Hektar tanaman Ubi Racun.

Ia mengaku telah mendengar bahwa pemerintah lebih memimilih mengimpor Ubi Racun dari negara Vietnam, inilah yang petani sesali justru hasil dalam negeri tidak digunakan. Padahal dulu dijanjikan harga yang stabil sehingga beralih ke Ubu Racun. “Dulu memang sempat Rp1.000, petani sengaja beralih sembari menunggu proses pergantian tanam Sawit yang sudah memasuki usia 30 tahun. Tapi kenyataannya merugi karena kita tidak bisa memanen. Kini kami biarkan saja rusak dan ancur ketimbang rugi,” keluhnya.

Tidak hanya di Muba, kejadian serupa juga dialami petani Ubi Racun di daerah lainnya. Bahkan di OKU Timur, petani harus mengambil pilihan sulit antara memanen dengan harga rendah atau membiarkan tanaman tanpa harus dipanen dan merugi. Pengepul menekan petani dengan harga rendah.

Wartawan detiksumsel.com mencoba mengkonfirmasi prihal keluhan petani ini kepada Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noor Wibowo. Tapi belum tanggapan yang serius, karena telepon maupun pesan singkat belum mendapatkan respon. (Pen)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi