Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : DP     Tanggal : 04 Juni 2018 13:19     Dibaca: 161 Pembaca

Meski Enak, Ini Bahayanya Konsumsi Es Kepal Milo Berlebihan

Ilustrasi es kepal milo (Istimewa)

Detik Sumsel - Es kepal milo, minuman sejak beberapa waktu terakhir yang viral dari negeri Jiran. Menjadi idola, banyak pedagang mulai menjual es kepal milo versi masing-masing.

Rasanya yang manis ditambah dengan aneka topping, tentunya menjadi camilan sedap untuk dinikmati bersama. Namun, hati-hati jika dilihat dari sisi kesehatan, satu porsi es kepal milo mengandung banyak sekali gula dan kalori.

Es kepal milo terdiri dari es serut yang dikepal menjadi bulat. Lalu es itu ditambah bubuk milo, susu kental manis, dan bila perlu susu cair. Lalu ditambah topping sesuai selera. Bisa terdiri dari meises, bubuk milo, atau biskuit.

Ahli gizi, Ali Khomsan mengungkapkan memang zaman sekarang banyak sekali tren kuliner manis yang menjadi konsumsi masyarakat banyak.

"Es kepal milo merupakan salah satu fenomena tren kuliner yang saat ini semakin banyak menawarkan kuliner manis," katanya.

Gula tentunya sangat berpengaruh pada kesehatan. Ali menjelaskan, konsumsi gula, lemak, dan juga garam berlebih perlu diwaspadai semua orang. Peringatan kadar mengonsumsi gula, garam dan lemak sering diingatkan dan sudah menjadi isu kesehatan yang perlu diperhatikan masyarakat.

"Risiko penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes semakin meningkat. Oleh karena itu, kampanye terkait penyakit-penyakit seperti ini harus terus diupayakan dan disuarakan," katanya.

Setiap tubuh memiliki takaran asupan yang baik bagi keseimbangan gizi tubuh. Ali mengatakan setiap orang dianjurkan mengkonsumsi 50 gram gula tiap harinya.

"Untuk kalori, dianjurkan 60 sampai 70 gram setiap harinya. Dan untuk garam sebaiknya mengonsumsi 5 gram per hari," kata pria yang juga menjadi Guru Besar di bidang Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor ini.

Dengan semakin tingginya penyakit tidak menular itu, Ali menyarankan agar masyarakat mulai membatasi gula, garam, dan lemak dalam pola makan mereka. Walau begitu, ia pun sadar sulit untuk membuat semua orang menghitung ketiga kandungan tersebut setiap akan makan, Namun, Ali juga menyadari sulit untuk membuat semua orang menghitung ketiga kandungan tersebut setiap akan makan.

Maka dari itu, Ali menyarankan agar orang membiasakan diri mulai mengontrol diri sendiri. Ukur atau hitung sendiri seberapa banyak baiknya Anda mengkonsumsi makanan manis, berlemak atau asin setiap harinya.

"Terapkan pola gaya hidup yang sehat. Atur segala hal yang Anda konsumsi," katanya.

Intinya, setiap tubuh tetap memerlukan kandungan gula, lemak dan garam setiap harinya. Namun, tentunya perlu diperhatikan takaran ketiga kandungan itu demi investasi kesehatan.

Begitu halnya juga dengan konsumsi makanan manis seperti es kepal milo. Ali mengatakan bukannya tidak boleh dikonsumsi sama sekali.

"Yang bahaya itu kalau Anda konsumsinya setiap hari. Bisa dibayangkan, efek risiko penyakit degeneratif tadi jika setiap hari Anda mengkonsumsi gula dan lemak yang berlebih," katanya. (NET)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi