Diposting oleh : Feriandi     Tanggal : 13 Oktober 2017 19:21     Dibaca: 129 Pembaca

Meskipun Tak Layak Huni, Rumah Dipinggir DAS Tidak Akan Diberikan Bantuan Bedah Rumah

Sekretaris DPKP H Hasan HD MBE

Baturaja, Detik Sumsel - program bedah rumah atau rehab rumah miskin yang digalakkan Pemkab OKU melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) OKU sudah berjalan, program bedah rumah ini diperuntukan bagi warga yang kurang mampu dan memenuhi kreteria serta syarat yang telah ditetapkan oleh pemerintah salah satunya merupakan rumah yang ditempati adalah rumah milik sendiri selain itu letak rumah tidak berada di kawasan Aliran Sungai (DAS) Ogan, jika berada di dekat DAS maka jangan harap akan mendapat bantuan bedah rumah.

"Bantuan rehab tidak diperuntukan bagi rumah yang berada dikawasan DAS," kata Kepala DPKP OKU, Ir H Ulia Mahdi MM, melalui Sekretaris DPKP, H Hasan HD MBE. 

Dijelaskannya, pemerintah tidak dapat memberikan bantuan rehab ringan rumah warga miskin di wilayah itu jika bangunan berdiri didaerah DAS di pinggir Sungai Ogan. Sebab, kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri PU PR Nomor 28 Tahun 2015 tentang garis sepadan sungai dan danau dijelaskan bahwa untuk kedalaman 15-20 meter, tepi sungai tidak boleh didirikan bangunan permukiman.

"Seperti pengajuan rehab rumah warga tidak layak huni di RT 01 Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur yang terancam ambruk tidak dapat kami proses untuk diberikan bantuan karena berdiri di kawasan DAS," katanya.

Menurut dia, permohonan rehab ringan dari warga tersebut tidak dapat diproses oleh pihaknya karena sesuai aturan bahwa letak rumah tidak boleh berjarak 15 meter dari bibir sungai. Sehingga jelas, jika melanggar aturan akan dapat dibantu dengan program bedah rumah tersebut.

Ia mengemukakan, pada tahun ini pihaknya menyalurkan bantuan dari program pemerintah pusat untuk merehab rumah warga miskin di wilayah itu sebanyak 100 unit yang masuk kriteria tidak layak huni.

Setiap warga penerima bantuan tersebut, kata Ulia, diberikan dana sebesar Rp15 juta untuk biaya membeli bahan bangunan termasuk membayar upah tukang dalam merehab rumah yang memprioritaskan memperbaiki bagian dinding, lantai dan atapnya itu.

"Saat ini proses pengerjaan rehab rumah warga miskin sudah hampir selesai 100 persen," ujarnya.

Ia menambahkan, dari banyaknya usulan rehab rumah dari masyarakat pada tahun ini terdapat lima pengajuan yang dipastikan tidak masuk kriteria penerima bantuan meskipun kondisinya terancam ambruk. Hal tersebut karena rumah yang diusulkan untuk direhab berdiri di kawasan DAS sehingga tidak masuk kriteria walaupun kondisi bangunan tersebut hampir ambruk. (fei)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi