Iklan Lucianty Pahri
Pemerintah Kabupaten Banyuasin
Diposting oleh : Red     Tanggal : 08 Mei 2018 20:24     Dibaca: 476 Pembaca

Minta Presiden Copot Menkominfo

Demo KNCI Sumsel di Gedung DPRD Sumsel beberapa waktu lalu.

Palembang, Detik Sumsel- Puluhan anggota outlet selular Palembang yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celular Indonesia (KNCI) akan menggelar aksi di depan Istana Negara di Jakarta, besok Rabu (9/5). Mereka menuntut penghapusan aturan pembatasan registrasi mandiri 1 NIK 3 kartu perdana dan mendesak Menkominfo Rudiantara dicopot dari jabatannya. 

Ketua KNCI Sumsel Tantowi Jauhari mengatakan desakan agar aturan registrasi 1 NIK 3 kartu perdana harus segera dihapus, karena sangat berdampak terhadap pendapatan outlet selular, terutama pedagang kecil. Jika aturan ini terus diberlakukan pedagang kecil terancam gulung tikar. 

"Kami tidak mau terus menerus dibohongi. Pertama tanggal 7 November terjadi kesepakatan dengan dirjen PPI faktanya tidak direalisasikan, kemudian tanggal 2 April kembali terjadi kesepakatan ditindaklanjuti dengan keputusan BRTI no 2 yang faktanya kembali tidak direalisasikan. Sekarang kami maunya keputusan menteri dalam bentuk perubahan peraturan menteri. Kami minta pasal 11 PM 12 Kominfo tentang pembatasan registrasi mandiri 1 NIK 3 sim card dihapuskan," kata Tantowi dalam keterangan persnya, Selasa (8/5). 

Dikatakan, dalam tuntutannya nanti KNCI juga mendesak Presiden mencopot Menkominfo Rudiantara dari jabatannya, karena telah menyebabkan rusaknya perekonomian nasional di sektor UMKM pasar selular. 

"Menkominfo juga telah melanggar sendiri aturan yang tertera di PM mengenai regulasi, pada 30 April lalu membuat statement intimidatif bahwa nomor yang tidak diregistrasi sampai batas waktu tengah malam 30 April akan dihanguskan," tukasnya. 

Juru bicara KNCI Sumsel Yoshi Maryam menambahkan, rencana demo di depan Istana negara merupakan demo nasional yang akan diikuti perwakilan outlet selular se Indonesia, termasuk  Sumsel.

"Dari Sumsel kurang lebih mengirimkan 90 orang, perwakilan dari Palembang, OI, OKI, Lubuklinggau, Lahat, dan Baturaja," terangnya. 

Yoshi mengaku, selama pembatasan registrasi 1 NIK  3 sim perdana, penghasilan outlet selular terutama konter konter kecil menurun drastis. "Konter ramai cuma untuk melayani konsumen untuk registrasi," keluhnya. (Ril)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi