Diposting oleh : Deddy Gusrizal     Tanggal : 27 Juli 2017 18:44     Dibaca: 250 Pembaca

Monitoring Beras Oplosan

Foto Istimewa

Pagaralam,Detik Sumsel – Temuan beras oplosan Tim Ditkrimsus Polda Sumsel di Kabupaten Lahat, sepertinya unit Pidsus Satreskrim Polres Pagaralam tidak tinggal diam. Langsung bergerak ke lapangan melakukan lidik (pengembangan).

Hal ini dibenarkan Kapolres Pagaralam, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Reskrim, AKP Rahmat Kusnedi SKom. Pihaknya, sejauh ini masih melakukan pengembangan di lapangan. “Belum ada laporan beras oplosan, khususnya temuan beras oplosan raskin yang saat ini kasusnya ditangani Polda Sumsel,” kata Kusnedi.

Mengenai pemeriksaan gudang bulog Lahat oleh Polda Sumsel, dirinya sudah mendapat informasinya. Hanya saja, laporan mengenai pendistribusiannya di Kota Pagaralam, belum ada laporan beras raskin oplosan. “Namun, anggota kita, Unit Pidsus Satreskrim Polres Pagaralam bersama Unit II Sosek Sat Intelkam sudah ke lapangan,” ujar Kasat Reskrim.

Tim lanjutnya, sudah diterjunkan ke lapangan, terutama kesejumlah agen sembako yang ada disejumlah pasar tradisional, melakukan monitoring dan puldata. Hasil dari giat tersebut sebutnya, untuk beras yang beredar dan atau dijual oleh pedagang sembako di pasar tradisional maupun di Pasar modern meliputi beras kemasan dengan merek Minang, Ikan Betutu,  Kecapi, Nasi Lemak, Jamur Kuning, Beras Raja Udang, Raja, Sentra Ramos, Ramos, Pandan Wangi, Pulen Wangi, Rojolele. Termasuk beras di petani, dengan jenis Cihierang, IR, dan Surya. 

“Dari pengamatan dilapangan, beras kemasan maupun beras petani, baik kemasan maupun isi, dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi. Belum ditemukan adanya beras oplosan yang dijual oleh pedagang di pasar tradisional maupun pasar modern,” terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Pagaralam, Drs Prima Dinas Rozak melalui Sekretaris, Ir H M Syarbani mengatakan, terkait temuan beras bulog oplosan, pihaknya akan memperketat dalam hal monitoring pengawasan. “Kita juga akan ada tim memperketat pengawasan distribusi, dan belum ada laporan penerima raskin mengenai keluhan kualitas jelek akibat dioplos. Belum lama ini, beras raskin bagi keluarga kurang mampu didistribusikan disesuaikan dengan penebusan,” pungkasnya. (gud)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi