Diposting oleh : Puji     Tanggal : 15 Agustus 2017 16:20     Dibaca: 234 Pembaca

Musnahkan Narkoba Serentak, Kades di Bayung Lincir Akan Dapat Hadiah dari Kapolda

Pemusnahan barang bukti narkoba yang dilakukan di Mapolda Sumsel, Selasa (15/8/2017).

Palembang, Detik Sumsel -- Untuk yang kesekian kalinya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 1,3 kilogram dan 4.046 butir pil ekstasi. Pil setan tersebut diamankan dari MDN warga Pidi dan MZR warga Meulaboh Nangroe Aceh Darussalam.

Sedangkan dua pelaku lain berhasil kabur ke dalam hutan saat dilakukan penggerebekan di kawasan SPBU perbatasan Bayung Lincir, Musi Banyuasin dan Jambi, beberapa waktu yang lalu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, kedua pelaku ditangkap saat berada di SPBU perbatasan Bayung Lincir, Musi Banyuasin dan Jambi, Senin (14/8/2017). Saat digerebek, mereka kabur ke hutan dan meninggalkan mobil berisi barang bukti yang disimpan di dasbor. Namun, atas bantuan warga setempat pihaknya berhasil menangkap dua pelaku dan ditembak. Sedangkan dua lain berhasil kabur dari sergapan. Untuk proses hukum, keduanya digiring ke Mapolda Sumsel.

"Kita terus meminta kerjasama warga untuk membongkar jaringan narkoba. Hal ini cukup efektif seperti saat menangkap kedua tersangka. Nanti saya undang kades setempat untuk dikasih hadiah karena koordinir warganya membantu menangkap. Peran serta seperti ini kita harapkan," katanya di sela pemusnahan di Mapolda Sumsel, Selasa (15/8/2017).

Sedangkan barang bukti sabu seberat 1,3 kg sabu serta 25 butir tangkapan tim gabungan Ditres Narkoba Polda Sumsel dan Polres Ogan Komering Ilir dan empat kilogram sabu yang berhasil diamankan juga turut dimusnahkan di Polres jajaran Polda Sumsel dalam waktu bersamaan.

"Hari ini pemusnahan serentak di seluruh Polres. Pengungkapan kasus narkoba terus dilakukan untuk meminimalisir peredaran di Sumsel," ujarnya.

Sementara itu, MZR mengaku diupah masing-masing sebesar Rp 10 juta untuk mengantar barang ke seorang warga Palembang. Mereka menggunakan dua mobil yang berperan sebagai pengawas jalan dan satunya menyimpan barang.

"Kami tidak tahu punya siapa, cuma diupah. Tiba di tujuan langsung balik ke Aceh," katanya. (oji)

  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Leave a Comment

*) Harus diisi

Refleksi