Banyuasin Siap Sukseskan Asian Games Tahun 2018
Pasang Iklan di DetikSumsel.com
Diposting oleh : Red     Tanggal : 10 Mei 2018 16:08     Dibaca: 1705 Pembaca

Nobar Film 212 The Power Of Love, Kader Hanura Kuningkan Bioskop Transmart

Kader dan Simpatisan Hanura Sumsel Nobar Film 212 The Power Of Love.

Palembang, Detik Sumsel- Ada suasana yang berbeda saat launching Film 212 The Power Of Love Bioskop CGV Transmart Palembang, Kamis (10/5). Dimana ketika banyak penonton yang mengenakan seragam putih-putih, ternyata ada puluhan penonton yang berseragam kuning genteng. Perbedaan yang mencolok ini menjadi perhatian, rupanya mereka adalah kader dan simpatisan DPD Hanura Sumsel yang juga ikut menyaksikan film yang disutradarai oleh Jatis Arimba tersebut. 

“Kita mengadakan acara nonton bersama ini selain memperkuat tali silaturrohim antar kader, juga mengajarkan kita cinta terhadap Al-Qur’an," kata Wakil ketua Partai Hanura Sumsel Dra Hj Sofaria Agustina saat dibincangi Detik Sumsel usai nobar.

Diketahui, film 212 The Power Of love menggambarkan peristiwa yang tidak akan terlupakan dan telah menjadi bagian dari sejarah Umat Islam di Indonesia. Dimana, pada saat itu jutaan umat memenuhi kawasan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya untuk menyatakan sikap dan kecintaan mereka kepada Allah dan Al-Qur’an.

"Film ini menggambarkan bentuk persatuan umat islam dan perjuangan demi memperjuangkan agama," tuturnya.

Spirit Ummat Islam untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa 

Terpisah, Ketua DPD Hanura Sumsel, Hendri Zainuddin menegaskan kenapa Hanura mengajak menonton film ini karena ada pesan spirit ummat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang disampaikan melalui film ini. 

"Film 212 adalah karya sineas Indonesia yang hebat dan ingin mengungkapkan sisi lain dari peristiwa bersejarah tersebut. Menonton film ini, mendukung sineas Indonesia dan perjuangan umat," kata Hendri. 

Mantan Manejer Sriwijaya FC ini berharap, dengan nobar ini dapat menumbuhkan semangat kader dalam menjaga dan memperjuangkan persatuan dan kesatuan bangsa. "Film ini berbicara soal kekuatan cinta, cinta dalam hubungan antara satu manusia dengan yang lain, juga cinta antara manusia dengan Sang Pencipta. Film ini mengajarkan pesan damai," tuturnta. 

Seperti diberitakan, tokoh utama film bernama Rahmat, seorang jurnalis yang awalnya skeptis terhadap berlangsungnya aksi. Rahmat mendapat hikmah dan hidayah meski awalnya terpaksa berpartisipasi dalam Aksi 212 karena menemani ayahnya yang sakit-sakitan.

Sebelumnya, Sutradara Jastis Arimba memastikan, fokus cerita sama sekali tidak politis dan tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun. Tim produksi yang juga terdiri dari konsultan produser Ustaz Erick Yusuf itu berusaha menyampaikan momen penting 212 dengan sejujur-sejujurnya.

Film dibintangi oleh Fauzi Baadila sebagai tokoh utama Rahmat, bersama Adhin Abdul Hakim, Hamas Syahid, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidil Assadil Alam, Ustaz Erick Yusuf, dan masih banyak lagi. Skenario ditulis oleh Ali Eounia, Jastis Arimba, dan disupervisi oleh Helvy Tiana Rosa yang rencananya juga diterbitkan sebagai novel. (Man)

H. Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan
  • Google+
  • Whatsapp

0 Comments

Tinggalkan Komentar

*) Harus diisi

Refleksi